Showing posts with label catatan. Show all posts
Showing posts with label catatan. Show all posts

Cerita dari Ruang Tunggu

14 October 2024

 



Dengan napas ngos-ngosan karena baru saja menaiki tangga sebanyak dua lantai, sampailah saya di ruangan sempit di loteng sebuah rumah sakit tipe C. Ruang seadanya yang disulap menjadi sebuah ruang tunggu untuk keluarga pasien ICU itu bersebelahan dengan rooftop. Jemuran baju-baju dan kasur lipat bertumpuk adalah dua pemandangan yang saya tangkap di sekeliling. Saya disapa oleh seorang perempuan muda berusia awal 20-an saat saya menengok lebih dalam ke ruangan.

“Cari tempat, Kak?” 

Saya mengiyakan, dan kami pun berkenalan. Mila, namanya, ia lalu menunjukkan saya sebuah spot di pojokan, cukup kalau cuma untuk tidur satu orang. Mila meminjamkan saya karpet tipis sebagai alas karena saya hanya membawa selembar bedcover. Rencananya sore nanti saya mau ke rumah dulu untuk mengambil barang lain. Saya dan Mila lalu mengobrol macam-macam, soal menunggui pasien ICU, BPJS, rumah sakit ini dan perasaan-perasaan tidakk menentu sebagai caregiver atau pengasuh orang tua yang sakit.

Ini adalah pertama kalinya Ayah saya masuk ICU karena kesehatannya bertambah buruk setelah dua malam ‘transit’ di IGD. Keadaan pasien ICU yang bisa berubah dalam beberapa saat, mengharuskan adanya keluarga yang stand-by, berjaga-jaga kalau misalnya ada tindakan yang butuh persetujuan secepatnya. 

Mila, sudah empat malam menunggu Ibunya. Ia nyaris tidak bisa kemana-mana karena sebagai anak tunggal, tidak ada lagi keluarga lain yang bisa bergantian. Rumahnya pun jauh dari RS ini. Tujuh bulan sudah Mila mengurus Ibunya sendirian. Ini adalah ketiga kalinya sang Ibu masuk ICU. Entah berapa kali ia harus izin dan cuti dari pekerjaan, hingga akhirnya Mila memilih resign. Mila tidak punya pilihan, karena kalau bukan dia, ya siapa lagi.

Yang berasal dari kelas menengah ke bawah, yang tidak punya dana tambahan untuk membayar pengasuh lain, mau tidak mau harus mengurus sendiri orang tua atau kerabat yang sakit. Menjadi caregiver apalagi untuk orang tua yang sudah tidak bisa mandiri, adalah sebuah ‘beban’ yang tidak tahu harus ditanggung sampai kapan.

Berdasarkan penelitian dari Makara Jurnal Universitas Indonesia, seorang caregiver mengalami penurunan kualitas hidup terutama dari empat aspek utama: fisik, psikis, sosial dan lingkungan. Seorang caregiver, terutama yang sudah lama merawat keluarga sakit, sangat rentan pada stress dan kecemasan (anxiety). Tubuh yang kelelahan memicu pelepasan hormon kortisol, yang membuat tubuh berada mode ‘fight’, mudah stress dan memantik resiko penyakit.

Selain Mila, saya juga berkenalan dengan Ibu Sumirah yang bersama dua anak lelakinya menunggui sang suami selama lima hari terakhir. Sembari menyantap nasi bungkusnya yang sesekali ia tawari pada saya, Bu Sumirah juga mengeluhkan kelelahan dan rasa jenuh tentang ketidakpastian di rumah sakit.

Ruang tunggu ICU melukiskan lika-liku keluarga penunggu anggota yang sakit. Raut wajah kekhawatiran, mulut yang tidak berhenti bergerak merapal doa-doa keselamatan, kadang keputusasaan karena tahu bagaimana akhirnya.

Malam itu, rencananya saya akan bermalam bersama Mila dan Ibu Sumirah. Namun, saat menuju tengah malam, saya mengucap pamit kepada mereka dan penghuni ruang tunggu lainnya. Ayah saya berpulang di pukul 22.10, setelah berjuang 12 jam di ruang ICU. Perkenalan singkat yang memberi makna. Semua momen di hari itu, kini tersimpan dalam memori inti. 
Read More

drama cari tiket

20 November 2012

mau cerita sedikit tentang ribetnya cari tiket pesawat. jadi, berawal dari gue dan @amandamuthia pengen backpacking ke Singapura. rencananya udah dari dua bulanan lalu, tp karena gue lagi ribet ngurusin nikahan abang gue, jadilah ketunda mulu. Alhasil, saat ijin orang tua udah di tangan, gue dan Muthi bergegas cari tiket pesawat untuk keberangkatan awal Desember ini.

Nah, disini drama dimulai.
mulai dari cari tiket termurah--ya gini deh emang mau jalan-jalan irit mah-- hampir gue cek semua website maskapai penerbangan yg melayani rute Jakarta-Singapura, dari budget airline, sampai airline besar, macem Garuda, SQ, dll...
dari semuanya, ga ada yang lagi ngadain promo. sigh.
kalo dari budget gue dan Muthi sih pengennya ya semurah mungkin (hahaha :p). kalo bisa untuk tiket ini masih dapet dibawah 1 juta PP. idealnya pengen yang 600K-700K IDR. sempet ada tuh beberapa yang dapet 700an untuk flight akhir November dan awal Desember, tapi waktu itu, lagi ga bisa booking karena banyak urusan--ngeles ajee..

nah, pas urusan nikahan abang gue beres, barulah gue menggiatkan lagi pencarian tiket (eh ada kan ya kata 'menggiatkan'?) dari semua budget airlines, nemu yang paling murah itu Air Asia (AA) dengan waktu penerbangan yang pas menurut gue. Jam dan hari-nya enak. harganya lumayan, 824K. tapi pas udah mau urus-urus booking ini,ada masalah, berhubung gue ga punya kartu kredit--si Muthi pun ga ada-- gue pun berniat minjem klikBCA si pacar. Udah tenang tuh, tapi ga lama si pacar bilang kalo keyBCA alias token-nya dia ketinggalan di Bandung (saat itu dia Bekasi). yaahh... bingung deh gimana bayarnya. ga ada CC yang bisa dipinjem pulak.

besoknya, gue liat kalo harga tiket AA yang 824K itu udah naik! sial. cuma telat beberapa jam aja padahal. pas gue coba cek ke website Lion Air, ternyata mereka lagi ada promo donk! nemu tiket 300K PP Jkt-Sing dengan waktu yang pas dengan rencana kita! seneng banget pastinya donk!! pokonya yg penting muraaah!
trus, apa gue berhasil dapetin tiket itu? ternyata ngga. sigh lagi.
gini deh kalo lagi ada tiket promo semurah (banget!) itu. di web Lion Air itu susah banget mau booking , entah karena banyak yg akses kali yaa. malahan sempet suspended. pas udah bisa diakses lagi, eehh harganya udah naek kembali ke harga normal 1 jt-an PP. kurang ajyaar.

besoknya lagi, gue cek web AA, nemu lagi flight yang sesuai, dengan harga 824K. ga mau kecolongan lagi, si Muthi yg lagi di Pekalongan, menyarankan gue ke konter AA aja, salah satunya di Carrefour MT Haryono. berangkatlah gue, dianterin si pacar bermaksud ke sana. sebelumnya malah kita sempetin ke travel agen, buat nanya-nanya (kali aja ada yg lebih murah--ternyata ngga).
pas di perjalanan ke MT Haryono ini, karena mobil kita ga sempet keluar tol di Cawang, akhirnya gue coba browsing konter AA disekitaran mal mana ajah. kita nemu di Central Park, berdasarkan website-nya Carrefour. yaudah kesana lah kita...
gue udah harap-harap cemas. tiket harga 824K ini udah lumaya bgt deh, walau masih gondok ga dapet Lion Air 300ribu, tp yaudah lah. ga jodoh mungkin.

udah nyampe Central Park, kita bergegas nyari Carrefour buat ke konter AA, si pacar malah sempet ke ATM dulu ambil cash buat bayarin dulu tiket buat si Muthi.
Udah di Carrefour nih, nyari penampakan konter Air Asia, koq ga ada yaaa... setelah tanya-tanya sama petugas, ternyataaaa, konter AA di Central Park ini udah gada per Juni 2012. KAMPRET!

udah terlanjur di CenPark, jadilah gue dan pacar nge-date ajah. makan terus nonton Wreck-It Ralph. Untung banget filmnya bagus dan lucu! jadinya terhibur deh (kapan-kapan mau nulis review Wreck-It Ralph deh. bagus bgt soalnya!)

besoknya lagi, akhirnya si pacar ngabarin kalo temennya bisa minjemin klikBCA dia buat numpang bayarin dulu. akhirnya gue browsing tiket (lagi!) dan nemu yang paling murah dan enak waktunya itu Air Asia dengan harga 922K. awalnya agak keberatan krn jadinya lebih mahal dr perkiraan. tapi karena udah males dan hampir ilfil, juga daripada harganya makin naik kaya apartemen, maka gue dan Muthi setuju ambil yang itu.
and THAT'S IT! drama cari tiket ini berakhir juga. Jkt-Sing di awal Desember. flight di jam dan hari yang sesuai dengan keinginan kita.

penutup, sebelum gue nulis posting ini, gue baru ajah cek website Air Asia lagi, daaaan....
penerbangan di hari dan jam yang sama PP Jkt-Sing seperti yang kita booking, harganya kembali menjadi 824K.
AAAAAkkk %&#!)*^%&())

Read More

that chemistry

18 September 2012

gue baru menyadari sesuatu. ahhh....baiklah 'sampah' kali ini tentang cinta. ahseeek...
some people remind me about something like couple-chemistry or so-called that.
beberapa laki-laki yg menghampiri hidup gue (tsaelaaah...sok laku amat lo, Tan!) tapi ga ada yang bertahan. dengan berbagai alasan. entah mereka, entah gue. ga pernah mengerti itu.
ada satu kalimat yang pernah bikin gue termenung, dan akhirnya gue sadar itu sekarang,
"One time, you'll realize why it's never work with anyone else."

kenapa dulu sama si A putus, sama si B ga jelas, sama si C bikin gondok doank. karena bukan sama mereka harusnya ini dijalani. bukan sama mereka, gue menaruh hati gue. 
dan dengan laki-laki yang sekarang, gue bahagia.
bahagia yang sederhana tapi cukup untuk membuat gue tersenyum setiap hari. 
so, now I know, why it was never work with anyone else. it's with him :)
Insha Allah.

One very special moment, can turn a destiny,
And what some would say, could never change,
has changed for you and me - #nowplaying Westlife - We Are One
Read More

just keep eating! :D

07 September 2012

found this from @IndoRunners pictures. hahahaa! let's go running! 

yuuuk mariiii.. :D

Read More

run, Forrest, run!

02 September 2012

gue lagi punya hobi baru : LARI! uyeaahh... didn't sound like me yaaaa... ha ha ha! tapi percayalah ini adalah sebuah kenyataan yg tak bisa dihindari. pasti banyak yang menarik kesimpulan : "lagi diet yaaa pasti", "pengen kurus yaaa..." dan sejenisnya. pffft.
oh, dear, please keep those naive yet narrow opinions tightly in your head. I'm doing this for the sake of the health, the fitness and the freshness. cliche? yeah... I bet.

hmm..kaya gini deh. I have a sick father. diabetic. could be worse, right? He decided to take a turning point to change his bad lifestyle into a healthy one. this decision of course involves the whole family, incuding me. 
slowly but sure, Dad leaves almost all the bad habits, such as smoking, drinking coffee and staying up all night. though, the result has not come significant yet, but I feel glad, Dad gets fresher, and doesn't look sluggish or weak. 

see? dan gue pun tersadar, gue mau hidup gue sehat. selama ini kayanya gue emang jarang olahraga. akhirnya gue memutuskan untuk membiasakan diri gue olahraga. gaya hidup gue, sehat kah? 
well, yaa gue ga merokok, ga  minum-minuman keras, paling begadang sih, sekarang pun mencoba mengurangi. akhirnya gue coba berolahraga secara rutin. dan gue pilih, lari.
kenapa lari? jelas yeeee....olahraga paling murah dan ga ribet. bisa dilakukan dimana aja pulak.

jadilah pada suatu waktu, gue  memutuskan untuk membeli sepatu olahraga. yang mana gue emang ga punya sebelumnya--hehehe. setelah survey beberapa kali ke toko sepatu, akhirnya pilihan gue jatuh ke sepatu Reebok putih aksen merah ini.


si sepatu putih 

pertama kali pake, enaaak banget. enteng. lari juga enak. walau bukan khusus sepatu lari, tapi lumayan lah. emang harga setengah juta itu ga boong yaaa. semoga awet yaa, paling ngga untuk beberapa waktu ga akan ganti-ganti dulu. hahahha. ga punya duit, cuyy.
nah, lanjut lagi. setelah beberapa minggu ini lari pagi, gue jadi ngerasa addicted. I never thought running could be this fun. pengennya sih bisa setiap pagi, tapi gue masi targetin minimal 3 kali seminggu deh. gue merasa dengan berlari gue bisa beneran 'lari' dari kenyataan. hahaha. it's like having a so-called me-time. apalagi lari sambil dengerin musik favorit. berasa ga mau mikir apa-apa selain jalan di depan kita.
gue ga memaksa diri gue untuk lari jauh, secukupnya aja. lari pelan-pelan dulu, baru tingkatin kecepatan. beneran deh, coba sekali-dua kali trus tiga kali, lama-lama jadi ketagihan. 
setiap susah bangun pagi, I always keep this in mind, "I want healthy, I want to get shape". pokonya gitu deh.

intinya yaa, (selalu ini yg kepikiran) jatuh sakit, kematian itu takdir. tapi berusaha sehat itu ikhtiar kita dalam bersyukur atas tubuh sempurna ini. caelaaaaahhh~~ 
segitu aja deh. ayo lari! :D
Read More

24 August 2012

Selamat Idul Fitri! Semoga kita dipertemukan lagi dengan Ramadan selanjutnya. semoga amalan bulan Ramadan selalu kita aplikasikan di bulan-bulan selanjutnya. :)
Read More

akhirnyaaaa!

09 August 2012

iyaaa... satu kata "akhirnyaaa..." setelah jatuh bangun sama penelitian masing-masing. selesai sudah masa belajar kita. selamat menjadi S.si, semoga ke depannya bisa jadi scientist yang berguna buat negara (tsaelahhh). Aamiin deh...
selamat berjuang di jalan selanjutnya, kawan-kawan! :')

kiri-kanan : gue, Muthi, Agitha dan Cipta (thanks a bunch, guys! will reaaallyyy miss you!)
Read More

half-year resolution

06 July 2012

ga terasa yee, udah bulan Juli, which means we've been through half way of year 2012. time flies by so fast, doesn't it? apa kabar resolusi tiap taun baru? berhubung gue bukan orang yg suka nyusun2 resolusi secara serius, gue tidak merasa terbebani juga sihh. nyusun target, iyaaa. tp tetap realistis sih intinya.
setengah tahun ini, Alhamdulilah  beberapa target sudah terpenuhi, sebut saja lulus kuliah. studi S1 gue akhirnya kelar juga--pernah gue bahas di post sebelumnya. legaaa bgt rasanya. setengah beban hidup rasanya lepas sudah (eaaaaa... drama). pengen banget lanjut S2, tapi bokap bilang kerja dulu aja, biar ada pengalaman. lagian kayanya gue juga lagi ga mood untuk belajar lg dalam waktu dekat ini sih. hohohoo~~

oiya, sebenernya tahun ini pengen banget ikut Summer Course di Utrecht, Belanda. udah disetujuin ortu, tapi karena beberapa hal yg gue pertimbangkan, akhirnya gue urungkan niat gue itu. sayang sihhh, tapi mungkin tahun depan aja, insya Allah bisa pake uang sendiri (Aamiin..). padahal udah dari bberapa bulan lalu, searching tiket pesawat dan dapet promo dari Lufthansa. tapiii yaaa...sudahlah. gue merasa itu bukan prioritas sih untuk saat ini.

well, yang selanjutnya...awal taun ini, ketemu pacar (ihihhiihiiiiyy...). ini bukan target atau resolusi sihh. tapi yaaaa...berharap juga emang taun ini ketemu jodoh (insya Allah). beruntungnya, si pacar yang sekarang masih temen deket juga. temen sekelas waktu SMA dulu. jadi ga usah pake jaim-jaiman juga lah yaaa. dia orangnya baik, asik, I'm  enjoying every single moment when I'm with him dan sukur-sukur dia mau nerima gue yg begini. huehehee~

trus apa lagi yaa.... 2012 masi setengah lg, masih banyak yg bisa dicapai--dan juga di tahun-tahun selanjutnya. masi banyak target yg harus dicapai. oh.. and I'm so looking forward to it! :)
Read More

triple movie reviews

18 June 2012

pada post kali ini gue mau coba tulis review film yaaa... rasanya udah lama aja ga nge-review film di blog (padahal emang jarang juga :p). ada 3 film terbaru (baru, berdasarkan rilisnya di bulan Mei-Juni) yang udah gue tonton. tolong jangan disamakan persepsi gue juga karena ini cuma opini gue yaaa, jadi kalo kata gue begini, yaa blom tentu kata orang lain juga gini.
beklah, dimulai aja gemanaaa, mariiiii...
***

1. Men In Black 3 
Stars : Will Smith, Tommy Lee Jones, Josh Brolin
Director : Barry Sonenfeld

berhubung film ke-1 dan ke-2 itu udah lamaaaaa banget (1997 dan 2002--beneran lama yaa, karena gue aja udah ga inget detail ceritanya) maka sekuel ke-3 ini bisa gue bilang bagus. ceritanya tentang Agen J yang kembali ke tahun 1969 untuk menyelamatkan Agen K. Karena di masa depan, Agen K sudah tidak ada lantaran dibunuh oleh Boris the Animal. masih seperti fim MIB lain, banyak alien-alien aneh dengan rupa bermacam-macam, yang sekilas sebenernya bikin gue jijik (-_-), tp secara keseluruhan cukup menghibur koq. oiyaa, ada penampakan Lady Gaga sedikit disinii dan di akhir film, ada bagian yg lumayan bikin haruuu... hiks. but, over all, ain't a masterpiece, but it's pretty entertaining! I give this a 7.5 out of 10. 




2. Prometheus 
Stars : Naomi Rapace, Logan Marshall-Green, Michael Fessbender
Director : Ridley Scott

hmm...first of all, alien-thingy isn't my stuff. not that I hate it, but of all the movie genres, I think sci-fi movie is my least favorite. sebenernya gue nonton film ini juga karena kena 'jebakan betmen' lantaran liat rating IMDb untuk film ini tuuh cukup tinggi. dan karena nonton bareng si pacar juga yg penasaran. jadi Prometheus ini dikisahkan sebagai nama sebuah kapal luar angkasa, yang menjalani misi ke sebuah tempat, untuk mencari 'the Engineer' atau 'the Maker' atau pencipta manusia. dengan setting tahun 2093, misi ini dilakukan oleh beberapa ilmuwan yang mencari planet asal si 'the Engineer' ini. di saat mereka menemukan planet tersebut, timbul pertanyaan dari salah satu ilmuwan, kenapa para pencipta ini menciptakan manusia, tapi mereka juga menghancurkannya karena melihat planet tersebut kosong dan dipenuhi makhluk--yang dipercaya sebagai si pencipta--itu banyak yg mati.

berdasarkan pada kenyataan gue ga begitu suka film sci-fi, jadi memang ada beberapa scene yang bikin gue agak-agak jijik. misalnya, saat si ilmuwan wanita ketahuan hamil janin alien dan dia mengoperasi perutnya sendiri untuk mengeluarkan janin tersebut (hoeks..). atau saat ilmuwan lainnya terkontaminasi dan berubah jadi sosok yg..menjijikkan (-__-). well, despite of some things that unpropitious for me, gue harus mengakui kalo  film ini rapih. alurnya jelas, bagus, efeknya juga lumayan. cuma menurut gue agak kurang greget aja. yaaa, buat yang emang peyuka film-film alien, coba ditonton aja. denger-denger sih bakalan ada sekuelnya, sebagai jawaban atas pertanyaan kenapa 'the Engineer' menghancurkan manusia itu. hmmm... I think a 6.5 out of 10, is enough? :D

3. Madagascar 3 
Stars : Ben Stiller, Jada Pinkett Smith, Chris Rock
Directors : Eric Darnell et., al.


maaf yaaa, tapi ini bukan sekuel terbaik menurut gue. walau gue adalah penggemar film Madagascar, tapi rasanya film ke-3 ini ga sebagus ekspektasi gue. rasanya sekuel ke-2 masi lebih lucu dibanding yg ke-3 ini. tapi gue ga bilang jelek yaaa, dari segi cerita sih lumayan, dan gue masih penggemar berat para penguin jenius ituu. huehehehe~

ceritanya (masih) si geng kebun binatang New York--Alex, Gloria, Marty dan Melman-- ini mencari cara pulang kembali ke NYC. mereka tersesat lantaran si para penguin kabur ke Monte Carlo untuk berjudi. selanjutnya Alex dkk, menyusul kesana dan berencana pulang melewati Eropa. namun sayangnya di tengah jalan mereka ketemu sama Mrs. Dubois, wanita jahat kolektor kepala binatang yg menginginkan kepala Alex, sebagai bagian dari koleksinya. maka jadilah petualangan selanjutnya, Alex dkk yg kemudian bertemu dengan rombongan sirkus yg akan membawa mereka ke NYC...


film yang ke-3 ini grafisnya penuh warna sekali. kalo boleh kasi saran,mending sih nonton yang versi biasanya aja. bukan yg 3D. gue kemaren nonton yg versi 3D, koq rasanya pusing yaah. soalnya ya ituu, full color banget, ga enak aja di mata, lebih silau (atau ini emang gue doank kali ya yang norak...)
yahh, tapi paling ga fim ini menghibur koqq. walau ga sekocak film ke-2 yg bikin gue ngakak dari awal sampai akhir film. maka dari ituu, gue kasih 7 dari 10 untuk film ini. :D
***
kayanya segitu aja deh review film suka-suka dari gue. hehehee. inget, bulan Juli sebentar lagi, artinya summer movies akan rilis! ihiiyy! pasti ga sabar doonkk, kalo gue udah pengen banget liat "The Dark Knigt Rises"  dan lumayan penasaran juga sih sama "The Amazing Spiderman". baiklah, gitu aja deh.
selamat menonton! :D
Read More

bioskop tigabelas ribu

16 June 2012

pic taken from google
begini, setelah selesai sidang, gue rencananya mau hepi-hepi hore dulu sama si pacar (ehem..). bukan senang-senang yg gimana-gimana sihh. cuma pengen jalan-jalan di Bandung aja (padahal udah sering juga). jadilah hari Kamis kemarin, kita pergi makan dan nonton (standar banget yee. hahaha!). 
Karena pengen makan enak--berdasarkan pada rencana hepi-hepi tadi--maka, gue pilih makan siang di "Dapur Bebek". Selama di Bandung, kayanya gue lebih suka bebek di resto ini deh. enak, dan sambelnya nampol abis, trus pedesnya bikin kepala mau meledak (ga lebay, serius deh). 

beres makan siang, si pacar ngajak nonton di bioskop Galaxy, Bandung. sampai detik itu, jujur gue ga pernah tau bioskop Galaxy itu dimana. kalo buka web 21cineplex.com emang ada bioskop Galaxy di Bandung, dengan harga tiket.... JENG JENG! 9000 IDR aja, pemirsa! MURAH SEKALI, BUKAN??
eh tapi, gue dan si pacar pengen nonton disitu bukan karena ngejar murah, tapi lebih karena kita penasaran. 
yakaliii, hari giniiii... bioskop koq 'cuma' segitu? 

akhirnya, kita pun berangkat kesana, berbekal pengetahuan kalo ini bioskop ada di Jalan Kepatihan. yg ternyata adalah pusat belanja King's daerah sekitar Pasar Baru, Bandung lahh. setelah nyasar, puter arah maka dalam waktu sejam kurang dikit, kita pun sampai di King's. masuk melewati sebuah  Department Store trus naek sampai ke lantai paling atas (lantai 5) dan... voila! sampai juga kita ke bioskop Galaxy!

kesan pertama....gue dan pacar liat-liatan trus ngakak karena bioskopnya koq begini amat. sumpahhh.... beginii banget! (dalam konotasi negatif) masi lebih mending bioskop murah deket rumah gue atau bioskop yg dulu sering muter film xxx di daerah Senen, Jakpus. di papan film 'Hari Ini' yg diputer emang film baru--lumayan update lah...

Kita pun beli tiket film "Snow White"-nya Kristen Stewart. oiya, jangan dibayangin loket tiket seperti di bioskop XXI atau 21 lainnya. ini loketnya cuma meja ada komputernya doank, trus tiketnya juga bukan kaya tiket bioskop lain. cuma kertas doank, mirip karcis parkir kalo gue bilang mah. harganya udah 13000 IDR juga. baru naik bulan Juni ini. dan...tempat duduknya ga pake nomer karena...TERSERAH kita mau duduk dimana. LOL!

pas kita masuk, filmnya udah mulai, ruangannya juga udah gelap, karena bingung mau duduk dimana (kan terserah), akhirnya kita pilih ga jauh dari pintu, pas emang ada dua kursi yg masi kosong. baru mulai duduk, gue dan pacar ga tahan pengen ketawa lagi. kursinya ga enak...pas didudukin bunyi (kaya pintu yg engselnya kurang minyak) bzzzzzz....bzzzzzz

itu belum seberapa, tau ngga filmnya gimanaaa...........kualitasnya jelek banget. kalo kata si pacar udeh kaya nonton dvd bajakan baru, jelek banget gambarnyaaa. bzzzzzz bzzzzzzz... waktu cahaya layarnya cukup terang, gue melihat lumayan banyak lhooo yg nonton. sampe hampir ke tempat duduk paling depan. 
sempet khawatir itu orang-orang yg nonton di depan itu beneran orang kan yaaa...
kalo pun bukan yg penting gue duduk deket pintu. gampang keluarnya.
mana orang sebelah gue pacarannya ga nyantai banget. cewenya gelendotan dr awal film sampe mau abis (iyee, gue merhatiin sebagai imbas kekecewaan atas kualitas film yg jelek :p). 
duh, pokonya emang ga banget deh. ditengah film malah ada yg sempet angkat telepon, bahkan ngobrol di telpon, ada kali 5 menit mahh.
oiya, dan gue pun sempet ketiduran lumayan lama. hahhaaa. antara ngantuk kekenyangan atau bosen, atau mati gaya karena gue sendiri jadi ga menikmati filmnya.

well, anyway...gue rasa itu pertama dan terakhir kalinya gue nonton disitu. mending beli dvd bajakan trus nonton santai-santai di kosan deh. huehehehe~~
emang yee, ada harga ada kualitas. mau yang bagus yaaa, bayar lebih. tapi beneran deh, nonton di bioskop Galaxy Bandung itu, seperti kembali ke masa lalu. seperti tahun 80-an kali yaa. seperti waktu bioskop belum berkembang kaya sekarang...
seperti...ah udah ah.
see yaaa..


Read More

fase baru

haloo, bloggie! Selasa kemaren, Ahamdulillah gue resmi meninggalkan status mahasiswa setelah melewati 1,5 jam lumayan menegangkan dalam hidup gue (baca : sidang sarjana). hasilnya memuaskan, walau gue ngerasa pas sidang banyak pertanyaan yg cuma gue jawab pake senyuman. huehehee. yaaa biologi itu luas yaa, rasanya hampir ga mungkin bisa mengahapal sebanyak itu.

well, anyway, walau merasa terlambat dan sangat terbelakang dibandingkan dengan temen-temen se-angkatan, yg udah pada kerja, merantau kemana tau, udah menikah bahkan punya anak, gue berusaha bersyukur, dan yakin tiap orang itu jalannya berbeda. gue ga menyesal walau studi S1 gue ditempuh hampir 6 tahun ini. tapi gue cukup puas dengan hasilnya. riset tugas akhir dan skripsi--yg memakan waktu hampir 2 tahun--gue jalani sepenuh hati, dengan keringat, darah dan air mata (tsaeeelaaaaah~~). Keringat karena laboratorium tempat gue kerja itu emang panas, darah karena gue juga sering jatoh kepleset di lab sampe lutut gue berdarah, dan air mata karena waktu stres nulis skripsi gue sering nangis sendiri lantaran ga punya ide (dijelasin :p).

jadi, yang selanjutnya adalah, gue akan memulai semacam fase baru menuju hidup mandiri. paling tidak, tanggung jawab gue ke ortu sudah selesai. membiayai sekolah mulai dari TK sampai S1, dan sekarang adalah tugas gue 'membayar' mereka kembali. ahh...ngebayangin ribetnya jadi job-seeker ituuuu... :D

Bismillah. semoga selalu diridhai jalannya dan dimudahkan ketemu 'jodoh' pekerjaan.
Aamiin. :)
Read More

Kpop and thought

12 May 2012

gue cuma mau berbagi pemikiran aja sih. tanpa maksud memberi penilaian apakah ini buruk atau ga. bah! ini apaan deh gue, nulis juga belom :p
oya, gue berharap sih, ga ada penggemar K-Pop alias Korean Pop yang baca postingan ini sih. nope, I won't say something offended or what, I told you, this just gonna be my slight of thought :D

gue tau banget lah, sekarang ini Kpop lagi 'in' banget. sepertinya, 2 tahun terakhir ini genre Kpop sangat happening sekali di Indonesia. liat aja di TV, bertebaran kan boy/girl-band a la-a la Korean style. well, I don't recomend you to watch such a lame tv show yaaa...
kalo gue? hmmm... I must say, that I don't fit with this kind of stuff :D
iyaaa, gue pribadi bukan penggemar 'kokoreaan' ceuk urang Sunda mah. singkatnya, gue ga suka. bukan berarti gue ga coba yaaa, banyak koq temen-temen kampus gue yang penggemar berat Kpop. sangat fanatik malahan. gue pernah nyoba dengerin beberapa lagu dari beberapa boy/girlband terkenal, dan gue ga suka. gue ga bilang jelek yaaa, tapi ini emang masalah selera. as I told earlier, I don't fit with it. 


trus, masalahnya apa? sebenernya gapapa sih, sampe gue menemukan  koq fans Kpop ini sangat  berlebihan yaa. terlalu terobsesi menrut gue. okay, I said this based on observation to some fanatics. tapi ini pasti, ga mencakup semua. jadi gini gini, menurut gue ya, fans Kpop ini, bener-bener 'mendewakan' idola mereka. pernah ya, gue ngumpul bareng sama para fans Kpop ini, dan gue bener-bener blank, karena dari awal duduk bareng, sampe mau cabut pergi lagi, hanya artis Korea yg mereka omongin. nothing else. with the names that sounded similar to me.

ga cuma di dunia nyata, dunia maya pun begitu. seperti di twitter misalnya. gue punya temen yang setiap tweet-nya pasti, lagi ya, hampir pasti semua berkaitan dengan Kpop. entah artis atau band, atau lagu-lagunya. plus, tweet-tweet dengan huruf Hangul. gue sendiri sih, ga begitu merasa terganggu. cuma kadang ga abis pikir aja. ini beneran ya, artis Korea ini 'dewa' sekali di mata mereka.

gue ga merasa ini salah koq. gue pun juga punya idola. gue suka The Strokes. sangat suka malah. the band has been becoming a part of my life since the first time I listened to them. see? I'm a freak too. tapiii, catet yaaa, gue ga mau berlebihan dan ga mau mendewakan mereka. untuk gue yg udah ber'umur' gini, memandang realistis dan kagum seperlunya aja. menikmati, tp bukan 'mengambil-alih' hidup gue.
contoh lain yaa, temennya temen, pernah nonton konser boyband Korea di luar negeri sampe menghabiskan dana 11 juta. yaaa... terserah sih, uang dia jugaaa. tapi kan... hmmm ngerti lah yaa. well, I just think that's too much. tapi yaaa terserah sihh.

yg menarik nih, temen gue @rebornsin pernah nge-tweet tentang Kpop berdasarkan penelitian skripsi temennya. pokonya kira-kira gini, para fans Kpop yang terlalu mendewakan idola mereka, sebenernya ga sadar klo mereka telah terjajah. secara pikiran. ga sadar, sampe mereka bisa marah banget kalo ada yang nyela atau ngomong ga enak soal idolanya. ga sadar terjajah sampe merasa, mereka 'hidup' karena idola mereka itu.

sekali lagi, gue tidak men-judge yaa, ini cuma pemikiran aja sih. menyukai, menggemari, mengidolakan seseorang atau sesuatu, yang normal aja. ga berlebihan. secukupnya aja. masa-masa fanatic-to-a-band itu menurut gue udah lewat. at the age of 20-something, band/penyanyi favorit itu 'cuma' pewarna hidup, yg kalo konser-disini-harus-ditonton mungkin, bukan jadi bagian penting hidup lo lagi.

dan daripada gue makin ngawur karena udah hampir tengah malam, maka baiknya kita sudahi saja tulisan random ini. hahahha...
see ya when I see yaaa ;)

^pic taken from google
Read More

so-called vintage ;p

14 February 2012

terima kasih kepada @ninitt yang sudah berbagi tutorial photoshop untuk efek vintage-nya disini. ribet dikit, tapi gue puas sama hasilnya. walau ga se-keren gimana gitu punya gue tapi gue suka. at least, improvisasi gue ga jelek-jelek amat lah yaaa...

jadi seharian kemaren gue mencoba-coba efek ini pada beberapa foto, well, lumayan juga... huehehe ;p. walau efek vintage semacam gini bisa cuma tinggal klik di Instagram, tapi gue lebih suka utak-atik di Photoshop.

dengan Photoshop CS4 dan beberapa foto hasil jepetan dari nikahan @ayumidy juga foto-foto si pacar (hehehe...) so... here they are!








hmmm...
not really that bad, huh? ;p
walo ini aga burem ya di postingan ini. pfft~
Read More

wajar


gue pernah tau seorang perempuan yang sangat begitu menyukai seorang laki-laki. perempuan ini mendeklarasikan bahwa itu 'cinta', bukan hanya sekedar perasaan suka sementara. kalo menurut gue, itu obsesi. dan bukan perasaan yang sehat.

nah kaaan... kesambet apaan gue tiba-tiba ngebahas 'cinta' begini. okay, this was just happened, I accidentally bumped into a blog, belongs to that a so-called girl I told earlier. tanpa bermaksud mengusik privasi dia, well, hey, bukan salah gue kan iseng-iseng baca blognya, toh dia tulis untuk umum juga. dari tulisan dia--dan berdasarkan analisis sotoy gue--maka kesimpulan yang gue dapet, dia 'ga sehat'. bukan gila atau kurang waras, tapi gue merasa memang ada yang salah sama otaknya. sakit psikis-nya, walau raganya sehat-sehat aja.

oke, it did sound really 'sotoy' yaaa... hahaha. but, seriously, I've been observating her for quite time. this wasn't like I had nothing to do and I was stalking on her or what, but just let say, we had a particular bussiness back then, involving some of my best friends. and as long as I remembered, that was an unpleasant thing that she ever done to my best friend. cih!
yaa, baiklah, kejauhan ngelanturnya. kenapa gue bilang dia 'sakit'?
karena kalo cewe 'normal'--normal dalam definisi gue disini berarti masih pakai logika untuk masalah hati, macam 'cinta' ini-- dan menurut gue dia ga normal.

gue ga ngerti, apa ini pertama kalinya dia suka (atau kalau menurut pandangan dia, ini cinta) pada seorang laki-laki. namun untuk seorang perempuan yang 'berkoar-koar' pada prinsip ke-Islam-an termasuk urusan hati, gue tidak melihat dia sebagai contoh yang baik, bagaimana perempuan harusnya bersikap ketika perasaan klise seperti 'cinta' ini datang. (duileeehh... bahasa gueee, tinggi amat kayanya yak).
iya, karena menurut gue, penampilan dia yang mencirikan muslimah yg baik, tidak tercermin dalam sikap dia soal perasaan dia ke lawan jenis tadi.

misalnya yaaa.... menelpon malem-malem sampe menganggu laki-laki yang bersangkutan, agresif parah sampe mengancam bunuh diri (!) segala kalo ga bisa ketemu. dateng sendirian nyamperin si laki-laki itu, yang notabene, menolak dia terang-terangan. ngikutin kemanapun si laki-laki ini, I mean literally. terlalu agresif, bahkan gue masih wondering sampe sekarang.

gue ga bilang kalo gue ini udah 'bener' yaa. maksud gue, se-suka-sukanya gue sama laki-laki, gue masih taro logika dan sopan santun disitu. misal, gue bukan tipe yg akan nelpon rese, apalagi dia bukan siapa-siapa gue (baca : pacar, misalnya). setidaknya gue ga membiarkan perasaan gue mengambil alih logika dan perbuatan gue. of course, I'll do something about it, about my feelings for him. I'll try to call, just to notice him, I'm there. but, I'm playing it cool. bukan, menjadikan gue grasak-grusuk dan jadi cewe menyebalkan di mata dia. seenggaknya, ketika gue tau, perasaan ini ga bersambut, gue masi bisa ketawa karena ga ngerasa bego.

dan sekali lagi, karena ini analisis sotoy, berdasarkan pengamatan kadang-kadang, gue masi merasa perempuan ini, terlalu menyimpan perasaan sampe dia sendiri ngerasa 'tersiksa'. dan perasaan 'tersiksa' karena bertepuk sebelah tangan ini, yg menurut gue, bikin dia 'sakit'.
darimana gue tau? dari blog dia plus cerita orang-orang sekitar.

pelajaran yang gue ambil,
gue mau dan akan menyayangi juga mencintai dia tulus.
secara wajar dan cukup. tidak kurang, tidak juga lebih tapi selalu ada.
tidak membuat gue 'buta' hingga logika pun terlupa.
ah... semoga bisa.
Read More

May wish(es)

03 February 2012


inget banget, 2 tahun lalu gue pernah menuliskan hal ini di blog gue yg lain disini. tapi mirisnya sampe tahun ini, 2012, hal ini blom kesampean. yaa, Karimun Jawa. ternyata belom jodoh juga sampe sekarang. entah masalah waktu, budget, planning, macem-macem deh. penasaran banget pasti, apalagi ini adalah salah satu tempat yang selalu ada di list gue.

jadi, seperti 2 tahun lalu, maka tahun ini, akan gue targetkan untuk menghadiahi diri gue Kepulauan Karimun Jawa sebagai kado ulang tahun nanti. mau backpacking, sendiri atau dengan siapapun, pokoknya bulan Mei (atau paling ngga tahun ini) gue harus ke Karimun Jawa.
kalo masih ada yang tanya alasannya kenapa, gue masih jawab, gue sudah jatuh cinta sejak pertama kali lihat pantai di KarJaw ini. walaupun cuma dari gambar. :)

insha Allah, ya Rabb...
semoga berjodoh tahun ini :D
Read More

sweet January :)

24 January 2012

ga ada yang bisa ngegambarin perasaan saya belakangan ini.
susah deskripsiinnya juga. hehehe.
terima kasih, kamu.
untuk semua memori baru.

bukannya tidak memikirkan masa depan, tapi saat ini lebih indah dari yg pernah diharapkan.
dan semoga di masa depan itu.... tetap ada kamu.
ahhh... sampe bingung mau ngomong apa lagi. hahaha.

dari sebuah perjalanan Bandung - Jogjakarta, kita berbagi cerita. saat itu, lagu ini pun terputar, membuat saya lupa, betapa jalanan berkelok-kelok itu sebenernya bikin saya mual -____-"
saya terlalu senang. terlalu bahagia melihat kamu disamping saya :)




"...And I'll listen and open up my heart and I must say
That I love you so

Ooh la love I've fallen in love and it's better this time than ever before
Ooh la love I've fallen in love and it's better this time than I've ever known..." - Foster The People


Rabb, may I keep this feeling, I want it stays. Like, ever... :)
Aamiin.
Read More

di bis P17

28 December 2011


lagi nonton berita tentang kemajuan kasus pemerkosaan di angkot beberapa waktu lalu. bikin gue inget satu kejadian yg terjadi ke gue belom lama ini.

hari itu sabtu malem, ujan deras banget di Jakarta, gue habis maen sama temen-temen di daerah Kemang, karena suatu hal gue dan seorang temen mampir dulu ke Plasa Semanggi. sekitar jam 7an, gue pun balik, nunggu bis kota di halte Semanggi. ada kali 30 menit lebih nunggu bis ke Bekasi ga dateng2. well, bis kota arah Bekasi yg lewat Semanggi itu cuma AC05 dan AC 52. ada juga sih yg lainnya, bis non-AC tapi gue ga hapal trayek mana aja.

setelah hampir sejam, lewat lah bis P17 (bekasi timur - Dukuh Atas), jarang banget nemuin bis ini waktu weekend. bisnya ber-AC juga sih. karena takut kemaleman, gue pun naek bis ini. sebenernya gue ga masalah mau lewat tol barat atau timur, soalnya rumah gue bisa dijangkau dari tol manapun, maksudnya, keluar di tol barat atau timur ga masalah. yang penting ke Bekasi...

ga banyak penumpang emang, beda dari bis AC 05 (blok M- bekasi) yang weekend atau weekdays ga ada bedanya, pasti penuh terus. keluar tol timur, penumpang banyak yg turun, sebenernya dari sejak di Jatibening pun udah aga sepi. nah kalo keluar di timur, biasanya jarang ada bis yg nyampe terminal, sedangkan gue harus turun di terminal biar ga jauh-jauh amat.

singkat cerita, semua penumpang turun di Bulak Kapal, masih sekitaran 1 Km lagi ke arah terminal, tadinya gue mau ikut turun juga, tapi diluar hujan gede banget. dan gue pasti harus naek ojek karena dari situ ga ada angkutan umum ke arah daerah rumah gue. akhirnya gue nanya si kondektur, ini bis nyampe terminal ga, ternyata iya. tp lewat depan doank.
oh oke lah, gue ikut aja sampe depan terminal ya biar itu, ga jauh banget dan ada tempat neduh dulu. setelah semua penumpang turun, di bis itu beneran cuma ada gue, kondektur, dan si supir. udah. bertiga doank.
pas si kondektur nutup pintu bis, gue langsung deg-degan.
tiba-tiba gue inget lah, kasus-kasus pemerkosaan di angkutan umum. kalo dari tampang sih, mereka terlihat baik-baik, tapi kan, siapa juga yg tau orang jahat mah.

wah ga kebayang deh, gue tuh sebenernya panik bgt. dalam keadaan kaya gitu, mau positif thinking juga susah. si supir pun ngajak gue ngobrol, ya gue sih jawab-jawab aja, berusaha ramah, malah gue jadi cerita-cerita juga, termasuk tentang hari itu dimana ujan ga berhenti. pokonya jd ngobrol aja sih. paling ngga mencairkan suasana lah.
tp mengingat di bis itu cuma ada kita bertiga, pintu ditutup juga--karena diluar hujan dan bis ber-AC--gue pun sebisa mungkin waspada.

tangan kiri gue megang payung, seenggaknya ujungnya kan tumpul, tangan kanan gue megang handphone di tas, dengan posisi siap nelpon ke nomer bokap. sepanjang sisa perjalanan yg ga nyampe 2 KM itu entah kenapa terasa lamaaaa dan panjang. gue ga berhenti istighfar dan dzikir. karena emang panik banget, walo dr luar gue terlihat biasa aja.

dan, Alhamdullilah... sampe tempat tujuan gue baik-baik aja. walo sempet waspada juga. jd pas di depan terminal, gue takut aja si kondektur ga bukain pintunya, atau malah ga berhenti sama sekali. gue sebenernya udah bersiap mukul atau teriak kalo aja dia macem2...

intinya, tiap inget kejadian itu, gue suka merinding sendiri.
gini deh, kalo inget saat itu, gue tau apapun bisa terjadi ke gue. APAPUN.
kesempatannya ada, kalo ada niat jahat dari si kondektur atau supir, gue ga ngerti deh.
ngebayanginnya aja udah serem.
belom lagi berita-berita tentang pemerkosaan itu. Astagfirullah....

keluar bis gue ga bisa berhenti istigfar. masi serem ngebayangin apa yang mungkin terjadi ke gue. pffft...
kesimpulannya, hati-hati. banyak istigfar dan dzikir kalo lagi di jalan.
kejahatan emang ga bisa ditebak.
gitu aja deh.

(this post also published in my other blog)
Read More

stupid, but not to regret

27 December 2011

sedang mendengarkan lagu-lagu Oasis--iya, belakangan ini lagi kecanduan (lagi) sama Oasis--sampailah pada track "Don't Go Away" . salah satu lagu favorit pastinya. mengingatkan gue pada satu cerita tentang lagu ini.

berdasarkan judulnya, ketebak lah yaaa... gue pernah memberikan lagu ini untuk seseorang. iya, laki-laki. mantan pacar tepatnya.
waktu itu, hubungan gue dan si mantan berada pada titik yg sangat tidak mengenakkan. putus ngga,
in relationship pun tidak. kalo kata abege sekarang, 'digantungin'.

sampai pada satu momen, gue pun menunjukkan keseriusan gue akan hubungan ini, dengan segala cara gue berupaya meyakinkan si mantan, kalo
kita bisa tetap bertahan. namun usaha gue sia-sia. terasa percuma karena dia tidak menghargai gue, atau paling ngga 'melihat' gue masih ada disana.
entah mau bicara apa lagi, gue pun kehabisan ide.
FYI, gue bukan seorang yang bisa dengan mudah mengutarakan isi pikiran gue secara verbal. maka, ketika lagu ini pun terlintas, gue rasa cukup untuk me-loud-speaker-kan apa isi hati gue saat itu.

dan gue berikan lagu ini untuknya. Oasis - Don't Go Away
.



Oasis Live in Manchester '97
(salah satu live version favorit gue)


...And I want to be there when you're...
Coming down
And I want to be there when you hit the ground

So don't go away say what you say

But say that you'll stay
Forever and a day...in the time of my life

'Cause I need more time yes I need more time
Just to make things right

Me and you what's going on?

All we seem to know is how to show

The feelings that are wrong...



dan mau tau reaksi dia? tidak ada.
dia ga pernah bereaksi apa-apa. ga ada komentar.
sampai gue sadar, memang bukan begini yg seharusnya terus berjalan.
cerita selanjutnya, kita berjanji, ga akan pernah ada lagi "kita".
cuma gue dan dia. teman. seperti sebelumnya. dan untuk seterusnya

well, nulis ini bukan mau galau atau mengingat masa lalu, tp dr sini gue banyak mendapat pelajaran hidup (tsaeelaahhhh...)

"if someone wants to be a part of your life they’ll make an effort to be in it so don’t bother reserving a space in your heart for someone who doesn’t make an effort to stay" - Mitsky
lalu yang selanjutnya terjadi.... ahh hidup terlalu indah untuk dihabiskan dengan mikirin hal-hal yang ga penting kan?Photobucket


Read More

ya... sebenernya saya iri

20 December 2011


ah... siapa sih manusia di dunia ini yg ga pernah ngerasain iri, dalam cakupan positif atau negatif.
ada yang jatohnya jadi penyemangat, ada juga yg akhirnya emang cuma iri aja tanpa mau berubah untuk paling ngga jadi seperti apa yg di-iri-in atau jd lebih baik dari itu.

oke, gue nulis ini gara-gara liat satu situs seorang temen lama gue.
dia jadi fotografer fashion untuk sebuah majalah sekarang. walo freelance, tapi menurut gue itu cukup sekali untuk bikin gue sedikit iri. ah, baiklah, ga sedikit. tapi iri banget! hahahaha!
dulu waktu SMA, kita kenal tapi ga begitu deket, dan kita emang udah suka motret2, walau dulu kita ga seserius itu dan murni hanya menganggap fotografi cuma hobi selingan aja. gue iri dia bisa mengembangkan hobi itu, dan jadi semacam mata pencaharian.

buat gue, bisa ngelakuin apa yg lo suka, and you're paid for that, such a heaven...

gue juga sempet iri sama kakak gue. dia kerja sebagai desainer grafis, hobinya emang gambar. dan emang bakat gambar pulak. beda sama gue, walau sejujurnya gue juga seneng dunia desain grafis, tapi gue gambar bebek aje ga becus....
tapi, gue suka banget desain gambar walo cuma pake software kaya Photoshop atau Ilustrator...

gue bisa stay di depan komputer seharian, doing that so-called designing, entah gambar apa aja deh. dan gue cukup perfeksionis, ga bakal deh, gambar atau foto gue publish klo blom masuk kategori "lumayan" menurut gue....
atauu... orang-orang yg hobi travelling, dan mereka dibayar untuk itu! entah untuk fotografi atau tulisan. intinya lo jalan2, karena itu kerjaan loe. damned!!! i envy that much!

jadi,,, kesimpulannyaaa...

beruntungnya mereka yg bekerja, atau ngelakuin apa pun yg mereka suka sebagai karir mereka..
dan gue... duh, beresin kuliah dulu aja kali yaaa... hahaha.
dan apakah nanti gue akan bekerja di bidang yg sesuai pendidikan gue atau ga, gue ga tau...
hahaha...inginnya merubah mind set orang tua gue, bekerja itu ga harus, based on education background lhooo...
apapun kalo dikerjain pake hati kadang bisa jadi pintu rezeki juga kan yaaa...

intinya melakukan sesuatu sebagai ibadah yang berkonstruksikan ikhlas...

(this post also published in my other blog)

Read More

[not so-called a review] Satu Dekade The Strokes

21 March 2011


Jika kita flashback 10 tahun lalu, tepatnya 2001, saat itu dunia music sedang trend dengan music yang disebut Nu-Metal. Beberapa band yang menjadi idola saat itu sebut saja Limp Bizkit atau Linkin Park contohnya (gue juga pendengar mereka koq…). The Strokes sebagai salah satu band baru bisa dibilang keluar ‘jalur’ dari trend saat itu. Mereka membawa satu aliran rock yang berbeda yang kemudian dikenal dengan nama ‘garage rock’. Entah artinya, apakah secara harfiah memang dimainkan di garasi, atau karena sound mereka yang bisa dibilang ‘mentah’, artinya musik ini seakan-akan dibawakan di satu ruang (misal garasi tadi) tanpa ada proses mixing studio. Apapun itu, The Strokes sukses membuat musik rock kembali ‘berjaya’ di awal 2000an. Dengan ‘sentuhan’ baru pastinya.

Di akhir 2003, album ke-2 mereka ‘Room On Fire’ dirilis. Dengan materi yang sedikit terdengar berbeda dengan album pertama, The Strokes membawa perubahan terutama pada sound gitar mereka. Eksplorasi yang dilakukan Nick Valensi pada rhythm gitar dan Albert Hammond pada lead gitar bisa membuat album ini terdengar unik. Misalnya track pertama album ini, ‘What Ever Happened’, cukup membuat terkejut saat pertama kali denger. Permainan gitar yang menurut gue yaa… unik tadi. Sama juga pada track ‘Reptilia’ dan ‘12:51’. Serta beberapa lagu catchy lainnya seperti ‘I Can’t Win’. Hampir Semua track terdengar begitu khas.

Januari 2006, mereka merilis ‘First Impression of the Earth’. Well, sejujurnya ini bukan album favorit gue. Sebagai penggemar, gue kecewa. Single pertama ‘Juicebox’ memang keren menurut gue, suara betotan bass oleh Nikolai Fraiture bikin gue terpana. Tapi beberapa track selanjutnya, menurut gue terasa monoton. Walau mereka tetap menyajikan musik ‘a la’ The Strokes, entah kenapa album ini terasa ‘biasa aja’ buat gue. Titik jenuh gue dengerin The Strokes mungkin pas abum ke-3 ini. Gue ga bilang semua jelek si, lagu ‘You Only Live Once’ jd lagu favorit gue banget dari semua lagu The Strokes. Cuma ya itu, album ini monoton aja.

Setelah menyelesaikan tur 2006, The Strokes mengumumkan secara resmi melalui web dan newsletter di e-mail (kebetulan gue jg langganan newsletter mereka via e-mail) kalo mereka akan ‘istirahat panjang’ sampai waktu yang belum ditentukan. Ah.. kekecewaan berat untuk para fans pastinya. Ga lama, beberapa anggota seperti Fabrizio Moretti (drummer) dan Alber Hammon Jr (gitar) bikin proyek solo mereka. Bahkan Albert sempet ngeluarin 2 album solo gitarnya. Menyusul, sang basis Nikolai Fraiture yang juga bikin band baru, Nickel Eye. Puncaknya, pada 2009, si vokalis Julian Casabalancas juga mengeluarkan album solonya. Hanya gitaris Nick Valensi yg tidak mengikuti jejak temen-temennya. Semua media juga para fans menganggap The Strokes telah bubar. Walo waktu itu, mereka juga mengumumkan sebenernya masih nge-band, namun faktanya jelas beda.

Akhirnya, sekitar akhir 2010, mereka resmi mengumumkan kalo album ke-4 mereka setelah 5 tahun lalu, akan rilis Maret 2011 (22 Maret ini!!!) Sebagai fans mereka, tentu donk gue excited banget!!! Bener-bener ga sabar.

Setelah penantian selama 5 tahun sejak album terakhir mereka “First Impression Of The Earth” tahun 2006 lalu, tentu fans The Strokes di mana pun, pasti sudah tidak sabar mendengar kejutan apa yang dibawa The Strokes pada album ini. Single pertama ‘Under Cover of Darkness’ sebenernya tidak membuat gue terkejut, terdengar sangat khas The Strokes dengan beberapa improvisasi pada gitar oleh Nick Valensi, beberapa tune yang cukup catchy, serta vocal Julian Casablancas yang lebih ‘tipis’ dibanding pada album sebelumnya. Kalo buat gue pribadi, The Strokes ‘lebih dewasa’ dibandingkan saat gue denger ‘Is This It’ sepuluh tahun lalu.

beberapa lagu memang terus terang membuat gue bilang, ‘Wow…’.Track pertama album “Angles”, ‘Machu Picchu’ Bisa dibilang cukup ‘ngeFunk’ ato semacam itulah, seperti ada sentuhan digital ditambah permainan gitar Nick Valensi yang patut diacungi jempol. Sebenernya, gue udah denger setengah dari album ini, sekitar 5 track (‘Machu Picchu’ sampai saat ini jadi track favorit gue). Dan ya, sebagai penggemar mereka sejak album Is This It, gue tentu terkejut dengan banyaknya perubahan pada music The Strokes. Namun, perubahan ini justru bikin gue semakin kagum sama mereka. The Strokes bukan tipe band yang ‘stuck’ pada satu gaya musik. Mereka tidak takut bermain pada nada-nada yang ‘tidak biasa’. The Strokes tidak ingin mengikuti pasar, mereka bermusik dengan gaya mereka sendiri.

Satu lagi, mereka punya ‘taste’ yang tinggi soal fashion. Terutama frontman Julian Casablancas dan gitaris Albert Hammond Jr, mereka tidak akan sembarangan dalam berpakaian saat manggung. Itu nilai lebih mereka menurut gue dibanding band-band lain. Hal lain yg bikin gue amat sangat kagum dengan The Strokes adalah, mereka memulai karir musik sperti band pada umumnya. Bermain di bar-bar, mengirim demo ke major label, bahkan menerima berbagai penolakan. Padahal, sebagai social elite (semua anggota The Strokes merupakan kalangan borjuis) di kota New York, uang bukan masalah untuk mereka. Namun, The Strokes memilih jalur ‘normal’, berjuang dari bawah, main di bar-bar ‘kumuh’ di NY tanpa mempedulikan status social mereka.

well, apapun itu, buat gue The Strokes tetep jadi band paling keren, ga cuma musik, tapi juga personal mereka. seperti kata seseorang, The Strokes main musik bukan karena uang, mereka ga peduli berapa kopi record yg mereka jual, mereka cuma pengen bermusik. karena mereka punya bakat yang harus 'dibagi' ke seluruh dunia.

P.S : maaf kalo tulisan di atas cenderung subjektif dan sok tahu. gue cuma fans yang juga pengen share apa yg ada di pikiran tentang band The Strokes

Read More