Showing posts with label random. Show all posts
Showing posts with label random. Show all posts

Sepotong Lainnya

04 August 2021

Slender Woman by Plato Terentev on Pexel


Beberapa waktu lalu, saya berpapasan dengan seorang sahabat lama. Sebut saja dia, SH. SH adalah sahabat masa kecil saya, kami berteman sejak taman kanak-kanak. Kami besar di lingkungan yang sama dan orang tua kami juga berteman cukup baik. Pertemuan kemarin itu terasa sangat canggung, karena kami sudah sangat lama tidak bertukar sapa. SH di masa kini jauh berbeda dibanding SH ketika kami masih main bersama saat SMP (yaaeyalaah...) 

 Sejenak saya mengarungi kembali masa SD dan SMP saat masih berteman dengan SH. Begitu banyak yang saya dapat, tapi banyak juga kehilangan saya. Intan remaja adalah anak yang tidak percaya diri, merasa rendah karena tidak cantik dan lain lain. Sebagian besar karena SH. Saya tahu kurang bijak kalau bilang begini, apalagi ini sudah lama sekali. Sejak kelas 4 SD, SH selalu menanyakan apakah saya mendapat coklat setiap hari Valentine. Saya selalu berbohong kalau saya dapet, padahal ya siapa yang mau ngasih, saya juga ngga doyan. Atau sering bertanya-tanya siapa orang yang saya suka. Apakah ganteng, kaya dan sebagainya. SH selalu punya pacar, sedangkan saya ngga. Saat kami lulus SMP, SH dengan bangga bercerita dia sudah punya sebelas mantan pacar, sementara saya, ngga pernah pacaran. 

SH selalu membuat seakan-akan pacaran itu pencapaian yang wah, buat saya saat itu, ya ngga penting. Sepanjang pertemanan kami dari SD, SH selalu punya pacar. Selalu. SH bahkan bisa bicara tanpa beban kalau dia sudah berkali-kali memberikan oral seks pada pacarny. Sejak SD, SH ngga pernah belajar. Kalau mau ujian, dia selalu mengandalkan saya. Kalau saya masuk kelas pagi, dia kelas siang, dia pasti minta tulisin jawaban ujian. PR sekolah pun dia nyontek sama saya. Dulu saya nurut aja, karena dia teman yang baik. Maksudnya, anak usia segitu, would do anything for friends. We don't do this sorting yet. 

 Ada satu hal lagi, SH selalu mencemooh jerawat saya. Getting acnes on the teen age is a super normal. Saya pun sadar itu, saya juga ngga diam aja. Ibu belikan macam-macam supaya redakan jerawat saya. But, fighting hormonal is like counting sands on the beach alias ya udah lah ya...
 Karena SH yang bodoh dalam pelajaran (err...) dia lulus SMP dengan nilai seadanya. Sementara saya, ya ngga pinter-pinter amat juga biasa aja, lulus cukup untuk masuk SMA favorit. Mungkin itu salah satu hal terbaik dalam hidup. 

Pisah sekolah ini membuat saya dan SH tidak lagi main bersama. Saya pun ngga pernah kontak lagi dengan dia terlebih saat saya melanjutkan kuliah di Bandung. Pertemuan kembali dengan SH kemarin membuka kembali kotak kenangan yang sudah saya kubur dalam-dalam. Menjadi dewasa mengajarkan saya pentingnya memilah teman. Dipilah ya bukan pilih-pilih gitu. Mana pandemi ‘kan, makin susah juga bergaulnya. Dan SH sudah pasti orang yang saya coret dari daftar teman. 

Saya juga ngga yakin dia masih anggap saya teman sih, tapi bagus kalau begitu. Relasi toksik di masa remaja saya dengan dia dulu, kadang menyisakan luka, tapi yah diplester lagi aja, gimana?
Read More

Slices Of (Love) Life in A Song

12 February 2021

 Di penghujung hari yang lelah setelah menidurkan anak-anak, saya biasanya meluangkan waktu sejenak untuk mendengarkan musik atau membaca buku sebelum tidur. Saya sudah lama tidak membarui preferensi musik saya. Jadi dari sekitar 5 atau 6 playlist Spotify yang saya buat, isinya sebenernya ya itu-itu lagi. Banyak lagu, somehow membuat saya mengenang kembali memori atau perasaan di masa-masa lalu terkait lagu tersebut. 

Beberapa kadang bikin saya menertawai diri saya sendiri. Kok bisa dulu saya begitu atau segitunyaaa?? Saya mau ceritain beberapa ya...

1. Nirvana – The Man Who Sold The World

Lagu ini aslinya milik David Bowie, namun versi Nirvana ini yang pertama kali saya tahu. Waktu itu saya masih kelas 4 SD, sepupu saya mengenalkan lagu ini dan album Unplugged. Saat itulah saya mulai nge-fans dengan Nirvana.


2. Backstreet Boys – As Long As You Love Me

BSB adalah boyband terbaik sepanjang masa. No debat! Lagu ini rilis saat saya kelas 3 SD, dan lagu ini yang bikin saya belajar Bahasa Inggris, karena penasaran:  BSB, kaleeaan nyanyi lagu cinta-cintaan apa sih iniii...


3. The Strokes – Someday

Fast forward di masa SMP, saya mendengar lagu ini di tayangan MTV jaman dulu. Oh, lagu apa ini, suara vokalisnya raw, ganteng pun. Saya pun impulsif membeli album pertama ‘IsThis It’ hasil menabung uang jajan. Setelah 20 tahun, The Strokes selalu jadi band favorit saya.


4. Muse – Time Is Running Out

Lagu ini jadi hits dan hype waktu saya kelas 1 SMA, bersama teman-teman kami jadi fans Muse dadakan. Saya inget pulang sekolah selalu mampir Disc Tarra di sebuah plaza demi mencari album baru Muse saat itu. Absolution (2004) buat saya masih jadi album Muse terbaik.


5. Incubus – I miss You


Kisah cinta di masa remaja saya terbilang ngga seru. Saya punya seorang teman masa kecil, yang waktu kita sama-sama kelas 3 SMP, si teman ini udah punya 11 mantan pacar. Sementara saya... ngga ngerti pacaran.  Dulu, saya ngga paham kalau suka lawan jenis itu gimana. Apa yang harus saya sukai dari cowok HAHA. Lalu, di SMA sampai kuliah awal-awal, saya suka banget sama seorang kakak kelas. Perasaan suka yang absurd, sampai saya bingung sendiri. Soalnya, kenal orangnya pun ngga waktu itu. Absurd karena saya senang dengan perasaan itu, tapi ngga begitu peduli dia suka sama saya juga atau ngga. Pernah satu kali saya ngasih dia celengan Doraemon (the weirdest part), pasti dia mikir ini cewek aneh banget (LOL!)

“To know that you feel the same as I do
Is a three-fold utopian dream
” - Incubus

Kira-kira seperti itulah ya, utopia banget suka orang ini dulu (LOL!)

 

6. Foo Fighters – Everlong

Pernah ngga sih, kamu dengerin lagu yang kayanya sweet banget dan berharap ada orang yang persembahkan lagu itu buat kamu. It IS this song—buat saya. Dan terkabul! Circa 2009 saya pacaran dengan seorang teman yang bilang lagu ini kita banget (duileh...). Tapi yaaa... sungguhlah ini hubungan penuh drama, saya merasakan masa-masa emosi dewasa muda yang ngga stabil. Kami putus setelah tujuh bulan pacaran dan dia yang mutusin dengan dalih saya terlalu baik klise dan kampret ya. Saya sempet trauma ngga lagi-lagi deh pacaran begini.


7. Oasis – Dont go Away

Apa artinya hidup tanpa kebodohan-kebodohan yang bisa dinajis-najisin di masa datang? Orang yang kasih saya lagu “Everlong” tadi juga orang yang sama saya kirimkan lagu ini. Jadi dulu saya agak bucin gitu ya, setelah putus saya masih ngemis-ngemis jangan pergi (LOL!) Jadi kalau saya denger lagu ini, rasanya pengen langsung saya skip. Bukan inget orangnya, tapi perasaan ngga enak kalau inget kenangannya.


8. David Archuleta – Crush

Saya pernah naksir orang persisssss seperti di lagu ini. Orangnya sih saya udah lupa, tapiii kalau rasa berbunga-bunganya kadang teringat.

You've got me hypnotized, so mesmerized
And I just got to know
Do you ever think when you're all alone?
All that we could be, where this thing could go?

Am I crazy or falling in love?
Is it real or just another crush?

Aduh, lucu banget sih hidup tuh.


9. Padi- Mahadewi

Pacar saya berikutnya memberikan lagu ini untuk saya.

Ada tutur kata terucap
Ada damai yang kurasakan
Bila sinarnya sentuh wajahku
Pencarianku pun usai sudah

Ini adalah hubungan terdamai yang saya jalani. Bisa dibilang hampir ngga ada plot-plot dramatis. Mungkin saya memang harus ketemu yang jelek-jelek dulu ya baru bisa menemukan yang  terbaik dari semua. Lucunya, kami adalah kawan lama yang bertemu lagi dan percikan-percikan itu muncul setelah bertahun-tahun kenal. Setelah 3 tahun pacaran, kami pun menikah. Terima kasih, Yahoo! Messenger sudah mempertemukan kami lagi!


10. Adele - Hello

Lagu ini dirilis ngga lama setelah saya melahirkan anak pertama saya. Tengah malam saat saya masih belajar menyusui bayi newborn, lagu ini mesti ada di Channel V. Jadi, kalau denger lagi ini sekarang yang keinget adalah perasaan capek dan lelah jadi ibu baru


11. R.E.M – Imitation Of Life

Buat saya lagu ini adalah the original soundtrack of adulthood.

This lightning storm, this tidal wave
This avalanche, I'm not afraid
Come on, come on
No one can see me cry

Jadi ya sepahit-pahitnya hidup, ya udah elo telen sendiri aja. Silakan nangis tapi ya udah, mau gimana juga harus dijalanin (LOL!)

Read More

Menuju #30

05 April 2018


Tahun ini saya akan menginjak usia 30. Agak belum terima sih, walau status sudah beranak 2 tapi kok umur 30 rasanya tua sekali—ini pemikiran saya 15 tahun lalu, tapi sekarang pun masih kepikiran begini. Bagaimana orang-orang di umur 30an harus bersikap, masalah hidup makin pelik kah? (Duileeh pake nanya)

Dan juga masih banyak keinginan dan mimpi saya yang belum terwujud di umur 20an. Salah satunya saya mau bikin buku. Bukan buku deng tapi bikin cerita fiksi, lalu dibukukan. Ngga untuk dikomersilkan sih, saya juga ngga yakin ada yang mau beli—tapi buat disimpen sebagai hasil imajinasi dan pikiran saya. Cerita apa saya belum tau. Makanya bukunya ngga jadi-jadi. Though I’m not a good storyteller, but I’m willing to give myself some shot.

Serius loh mengarang cerita itu susaaaah sekali. Bahkan bikin cerita pengantar tidur untuk anak saya aja, saya tuh cupu banget. Pernah saya buat cerita tentang Si Kura-Kura dan Buaya. Kura-kura lagi minum air di pinggir sungai, trus Buaya lewat, mereka lalu berteman tapi Buaya lapar jadi Kura-kura dimakan deh. Anak saya diem aja bengong hahaha. Trus dia ambil buku cerita dia, minta dibacain aja. See? I’m so lack of imagination but again I would like to challenge myself making one. Tahun lalu sebenernya berencana untuk membuat buku sebagai kado ulang tahun ke-30 tahun ini. Kenyataannya, punya draft aja ngga. Semua ide cuma jadi coretan di notes ponsel aja. Belom sempet eksplor dan kembangkan lagi jadi suatu cerita. *tsaeeelah

Anyway, itu cuma salah satu aja dari banyak keinginan yang pengen diwujudkan di usia yang baru. Semoga saya ngga terlalu malas dan banyak alesan untuk paling ngga bikin satu aja cerita yang bagus. Aseekk. Mohon doanya ya! 

Kata netijen : doa saja ngga cukup karena 


Oke deh segitu dulu, see ya when I see ya!
Read More

22 September 2013

I believe that life is not a contest, not something to win a medal. We're not racing to defeat other people's life standards. I used to feel like that, but then I realized, if I kept myself got stuck into this kind of point of view, I'd get doomed. too bad, sometimes our surroundings seem to force us, to keep on moving to another phase or to go the next level, in fact we just opened the door to something we called a new phase.
misalnya, orang yang baru lulus kuliah, dipaksa untuk terus maju ke fase bekerja, padahal dia mau take some time, untuk ga pusing dulu karena baru aja selesai dari stress karena nulis skripsi (selain karena belom ada lamaran kerja yg nyangkut sih). atau orang yang baru saja menikah, tapi udah ditanyain tentang anak. padahal bisa aja dia masih mau menikmati fase pacaran dulu sebelum mungkin repot mengurus anak. entahlah, hal-hal kecil seperti itu sih yang sebenernya bikin kita ga menikmati hidup.
then I convince my self, to breathe in every single second that's ticking, to relish any changes that happen, to seize every opportunity. listening to others is good, but isn't it better to have your life based on your own conscience...(and your logic)

Face your life
its pain, its pleasure
leave no path untaken
-- Neil Gaiman

Read More

you don't know~~ oh oh~

02 September 2012

hmm....ini mungkin agak telat sih. tapi gue lagi sukaaaa sama lagu ini. sebenernya beberapa kali denger sekilas di mal-mal atau tempat perbelanjaan. 
eh yaa suka aja gitu. mana si bocah-bocah ini cakeup-cakeup bener dah aahhh...
gue nge-fans sama yang namanya Liam. awwwww.... lucuuuukk aaaaaa~~ *emoticon imut*




btw, ni lagu stuckable abeesssss....hahaha!
oya, hate to know that they're still 18-ish. nyeeh.
okay, what's my age again? *buang KTP*
;p
Read More

pindah haluan

31 August 2012

saya lagi mau move on. udah bosen sama yang sekarang nih. pengen coba hal baru deh. udah ada yang saya incar juga sih. semoga jodoh dengan yang ini. mungkin bisa direalisasikan akhir bulan inii. Aamiinn. :D
intinya bosen sama blekberi, semoga Android se-menyenangkan seperti yang saya harapkan. huehehee...
Read More

09 June 2012

saya kangen kota Jogjakarta.


sekian dan terima dana tambahan buat ongkos kesana. 
Read More

Kpop and thought

12 May 2012

gue cuma mau berbagi pemikiran aja sih. tanpa maksud memberi penilaian apakah ini buruk atau ga. bah! ini apaan deh gue, nulis juga belom :p
oya, gue berharap sih, ga ada penggemar K-Pop alias Korean Pop yang baca postingan ini sih. nope, I won't say something offended or what, I told you, this just gonna be my slight of thought :D

gue tau banget lah, sekarang ini Kpop lagi 'in' banget. sepertinya, 2 tahun terakhir ini genre Kpop sangat happening sekali di Indonesia. liat aja di TV, bertebaran kan boy/girl-band a la-a la Korean style. well, I don't recomend you to watch such a lame tv show yaaa...
kalo gue? hmmm... I must say, that I don't fit with this kind of stuff :D
iyaaa, gue pribadi bukan penggemar 'kokoreaan' ceuk urang Sunda mah. singkatnya, gue ga suka. bukan berarti gue ga coba yaaa, banyak koq temen-temen kampus gue yang penggemar berat Kpop. sangat fanatik malahan. gue pernah nyoba dengerin beberapa lagu dari beberapa boy/girlband terkenal, dan gue ga suka. gue ga bilang jelek yaaa, tapi ini emang masalah selera. as I told earlier, I don't fit with it. 


trus, masalahnya apa? sebenernya gapapa sih, sampe gue menemukan  koq fans Kpop ini sangat  berlebihan yaa. terlalu terobsesi menrut gue. okay, I said this based on observation to some fanatics. tapi ini pasti, ga mencakup semua. jadi gini gini, menurut gue ya, fans Kpop ini, bener-bener 'mendewakan' idola mereka. pernah ya, gue ngumpul bareng sama para fans Kpop ini, dan gue bener-bener blank, karena dari awal duduk bareng, sampe mau cabut pergi lagi, hanya artis Korea yg mereka omongin. nothing else. with the names that sounded similar to me.

ga cuma di dunia nyata, dunia maya pun begitu. seperti di twitter misalnya. gue punya temen yang setiap tweet-nya pasti, lagi ya, hampir pasti semua berkaitan dengan Kpop. entah artis atau band, atau lagu-lagunya. plus, tweet-tweet dengan huruf Hangul. gue sendiri sih, ga begitu merasa terganggu. cuma kadang ga abis pikir aja. ini beneran ya, artis Korea ini 'dewa' sekali di mata mereka.

gue ga merasa ini salah koq. gue pun juga punya idola. gue suka The Strokes. sangat suka malah. the band has been becoming a part of my life since the first time I listened to them. see? I'm a freak too. tapiii, catet yaaa, gue ga mau berlebihan dan ga mau mendewakan mereka. untuk gue yg udah ber'umur' gini, memandang realistis dan kagum seperlunya aja. menikmati, tp bukan 'mengambil-alih' hidup gue.
contoh lain yaa, temennya temen, pernah nonton konser boyband Korea di luar negeri sampe menghabiskan dana 11 juta. yaaa... terserah sih, uang dia jugaaa. tapi kan... hmmm ngerti lah yaa. well, I just think that's too much. tapi yaaa terserah sihh.

yg menarik nih, temen gue @rebornsin pernah nge-tweet tentang Kpop berdasarkan penelitian skripsi temennya. pokonya kira-kira gini, para fans Kpop yang terlalu mendewakan idola mereka, sebenernya ga sadar klo mereka telah terjajah. secara pikiran. ga sadar, sampe mereka bisa marah banget kalo ada yang nyela atau ngomong ga enak soal idolanya. ga sadar terjajah sampe merasa, mereka 'hidup' karena idola mereka itu.

sekali lagi, gue tidak men-judge yaa, ini cuma pemikiran aja sih. menyukai, menggemari, mengidolakan seseorang atau sesuatu, yang normal aja. ga berlebihan. secukupnya aja. masa-masa fanatic-to-a-band itu menurut gue udah lewat. at the age of 20-something, band/penyanyi favorit itu 'cuma' pewarna hidup, yg kalo konser-disini-harus-ditonton mungkin, bukan jadi bagian penting hidup lo lagi.

dan daripada gue makin ngawur karena udah hampir tengah malam, maka baiknya kita sudahi saja tulisan random ini. hahahha...
see ya when I see yaaa ;)

^pic taken from google
Read More

Morrissey!

22 February 2012

so, it's offically announced! Morrissey will having his tour in Jakarta on May 10th! I'm so freakishly excited! on May--my most favorite month ever!
gue mungkin emang bukan fans fanatik Morrissey sih, tapi gue suka lagu-lagu dan suaranya dia. plus, gue dengerin The Smiths juga! so, I'm pretty a fan yaaa....

jadiii....nabung ya, Tan. semoga tiketnya ga mahal-mahal banget (baca: ga lebih dari IDR 500K)
huehehehe...
semoga konser ini ga terlewatkan begitu aja. Aamiin :)
Read More

Just so you know~

07 February 2012

Ehem. *Serius mode : On*

Saya masih kebayang percakapan kita tadi siang di KFC. random banget yaa.
kamu tahu, banyak teman saya bilang saya banyak tersenyum belakangan ini, guess what?
you're one of the reasons behind it. even it's you the main reason, actually. your smile for specifically. (doh! ketularan ngegombal giniiiii. ck!)

well, postingan ini juga random juga sih. saya juga ga ngerti mau nulis apa. ada unek-unek di kepala yang harus dikeluarin. and... here it is. another lame post. hahaha!
here goes one thing for you to note, if you ever doubt me, someday, just bravely come to me and ask. I mean, if one day there's something bothering you, about me or else...just let me know.
and again i don't know why I'm writing this. hahhaa... I told you, it's gonna be a random one.

dan saya juga ga tau kenapa nulis ini (udah dibilang tadi yaa).
trus...apalagi yaaa. tadi tuh kayanya banyak banget yang mau ditulis, pas buka blog post ini kenapa jadi speechless yaaa...
well, just so you know, one does not simply let go their source of happiness. True story.
ahh... of course, I won't.


dan.... udah ah.
*Serius mode : off*
Read More

janji

30 December 2011

ga gampang emang nepatin janji tuh. tapi kalo emang udah niat biasanya sih ada aja jalannya.
ahh... ceritanya mau nulis serius sih ini, tapi tiba-tiba ide gue mentok aja gitu.
yeaa... another lame post. hahaha...
lain kali gue mau ngebahas pentingnya berjanji dan menepatinya. halah.

"So promise me only one thing, would you?
Just don't ever make me promises..
No promises, no promises" - Incubus #nowplaying
Read More

yes, we are

"And after all the obstacles.
It's good to see you now with someone else.
And it's such a miracle that you and me are still good friends.
After all that we've been through
I know we're cool" - Gwen Stefani
Read More

heart

20 December 2011



if the door is still closed, would you insist to open it?
or patiently to wait?

Read More

to whom?

13 November 2011

perasaan absurd ini...
kepada siapa?
dia...seorang teman baik.
atau dia... seorang... dia. entah apa.
kenalan? teman? atau hanya teman maya?
Read More

bukan becanda

11 September 2011

gue mau nulis serius kali ini. dengan pemikiran ilmiah ditambah sedikit observasi, maka gue pun:

SERIUS


ga ini bukan becanda, jelas-jelas gue bilang gue pengen nulis serius. pokonya gue serius. titik.
Read More

wandering.

17 February 2011


my path might not always straight to where i want to.
but, twisting path gave me more strength and learned a lot about my destiny called Life.

Read More

a 'love note'

14 February 2011

few days ago i sent a note to someone, a ridiculous one. hahahaha...
i don't even know what i was thinking. this just for a joke. yeah,,,
let's consider this a joke. i don't want it to be real. cause he's not worth enough, i think. at least. whatever.


dear,

wait, i know what you thinking, yea this is a very absurd
you must be very wonder, what with this sudden...
but i just need to tell you something that really really disturbing me.

okay, *deeply breathe*
this is gonna be much more absurd but,
i think i fall for you. sigh.
if wondering why, i got no answer.
i think you're just one of a kind.
trust me, i've been trying to deny it all the time, but it keeps appear in my mind.
and i kinda hate it.
yea.. yea.. i know. this is so laughable.
you may laughing out loud there when reading this.

and yea.. that's just such a cheesy confession yet the lamest one, isn't it?
and if you're asking me why i wrote you this,
believe me, i don't know either.
having a glance of you in my mind is annoying me.
i always try to find some distractions.
but it didn't work it.
and i hate it.

*sigh* i just need a closure,
i don't like this kind of feeling coz this doesn't feel really good.
i've been here before,in this kind of situation.
and as long as i could remember, it did hurt.

so, writing you this, i just want to relieve my feeling.
hoping that this kind of feeling will stop.
before it grows bigger and deeper.
and turn into a hope.
because i know that would be more hurt.
this ain't a 'love letter' or what.
this just a note. that probably you'll leave it after you read it.

if you think i just embarrassing my self, well, maybe i do.
but i don't really care about it. i'm doing this for myself.

so, after you read this,
you may think i'm such a weirdo or such a freak, will you?
oh yes. maybe i am.
but again, i don't wanna care of it.

that's it.
sorry for confusing you.

regard
-intan-

hahaha.. damned! deep inside i wish i never knew him. or even meet him.
that would be alot better i guess..

Read More

stiletto merah dan Louis Vuitton Speedy

04 December 2010


Ivana mengambil sebuah cocktail dress berwarna merah dari lemarinya. backless, satin, dengan korsase bunga mawar hitam di sebelah kiri. Pria itu yang memilihkannya untuknya dulu. Cantik, anggun dan berkelas, kata Pria itu ke Ivana. Merah warna yang menantang, membuat percaya diri dan membuatmu terlihat sangat cantik, kira-kira begitu yang Pria itu katakan padanya di sebuah butik Gucci di Fifth Avenue, NY sekitar 6 bulan lalu.

Setelah mengenakan dress tersebut Ivana kemudian mengambil sebuah stiletto merah merk Stuart Weitzman. Stiletto dengan hak 12 cm itu juga dipilihkan oleh Pria itu. Alasannya sama. Merah membuatmu lebih cantik, Ivana. Lalu dia memandang cermin, aku cantik ya aku cantik dan muda, kata Ivana dalam hati. Riasan wajah glamor dengan make-up oleh MAC menghiasi kulit putihnya, lipstick merah terang untuk bibirnya. Rambut? Bagaimana dengan rambut?? Ivana agak panik. Lalu dia diam. Mengingat-ingat, Pria itu selalu bilang dia menyukai rambut Ivana yang tergerai panjang. Tidak diapa-apakan. Memang sebaiknya tidak, begini saja, tergerai lepas. Pikir Ivana.

Ivana membuka laci samping tempat tidurnya, mengambil sesuatu yang lama tersimpan disitu. Kemudian dia mengambil secarik kertas surat yang ia terima kemarin malam. Membacanya lagi, emosinya pun naik kembali. Dia berteriak kencang, seperti kesakitan. Bukan tubuhnya yang sakit. Tapi hatinya. Apartemen penthouse yang ia tempati sendiri terlalu besar hingga sepertinya tak ada yang mendengar teriakannya. Ivana pun menangis meringkuk di samping tempat tidurnya. Tak lama ia bangun, sadar bukan saatnya menangis sekarang. Diraihnya Louis Vuitton Speedy coklat yang terletak di meja riasnya, hand-bag kesukaannya. Oh, kali ini bukan pilihan Pria itu. Tas ini pilihannya. Louis Vuitton selalu menjadi tas favorit Ivana.

Keluar dari penthouse-nya, Ivana berjalan menuju Audi R8 yang terparkir di luar gedung apartmennya. Mengendarainya menuju sebuah rumah yang tak pernah mau ia datangi, tapi kali ini harus. Sebelum keluar mobil, ia menatap kaca spion. Memastikan riasannya sempurna. Wajahnya cantik, tak ada cacat. Tentu aku cantik, kata Ivana dalam hati. Menenteng LV Speedy-nya, ia berjalan dengan angkuh menuju pintu rumah itu. Pria itu benar, stiletto ini membuatku lebih percaya diri, kata Ivana dalam hati. Ini pertama kalinya ia berdiri di depan pintu kayu dengan ukiran Jawa rumah ini, mungkin pula terakhir kalinya. Dalam beberapa kali ketukan, muncullah seseorang dari dalam.

“Ny. Herman?” Tanya Ivana pada wanita di depannya. Wanita itu baru 50-an namun terlihat lebih tua dari usianya.

Wanita itu tersenyum hangat. penampilannya jauh berbeda dengan Ivana. Hanya mengenakan sweater abu-abu tua dan celana training warna senada, wajahnya pucat, rambutnya diikat seadanya, aga berantakan, namun matanya memancarkan sebuah keramahan.

“Ya? Saya sendiri.” Kata wanita itu sambil terbatuk-batuk. Semua orang yang bertemu dengannya pasti bisa menduga kalo wanita itu sedang sakit.

Wanita itu menjerit ketika Ivana tiba-tiba menyondongkan pistol ke arah wajahnya, yang diambil dari tas tangannya.

Dan bunyi tembakan kedua membuat rumah itu tiba-tiba sunyi.

Sebelum menghembuskan nafas terakhir, pikiran Ivana pun melayang jauh.

Aku lelah seperti ini..

tak boleh ada yang memilikimu, tidak juga istrimu.

semoga, disini kau bisa lihat, mati pun aku lebih cantik, aku mahal, aku lebih berharga. ..




*pic taken from google

Read More

lagu paling romantis


radio dan komputer belakangan ini jd temen setia saya.

Yaa, ngerjain skripsi sambil dgr radio entah knpa bikin saya lebih rilex..
karena kadang kita ga tau lagu apa yang akan diputer di radio.

bisa bikin semangat! 
bisa tibatiba sedih, krn lagunya membawa kenangan buruk.. 

dan bisa sekalian belajar bahasa Inggris kalo denger lagu barat yang kita ga tau vocabulary-nya.

ah, somehow radio can change your mood randomly..

Malam ini tanpa sengaja saya dgr radio yg muter lagu Green Day - Poprocks and Coke
dan menurut saya, ini lagu PALING ROMANTIS yg pernah saya denger.
musiknya ear-catching.
nadanya biasa aja. kunci gitarnya pun mudah dicari.
and.. umm my favorite, the lyric just simply romantic yet powerful...
Oya, plus suara vokal Billie Joe dgn aksen aga British-nya itu.
yes, just perfect i think.


"wherever you go, you know, i'll be there. You place the name, you know, i'll be there. You name the time, you know i'll be there. If you should fall, you know i'll be there.."

Ada cerita jg dibalik lagu ini. judul yg ga sinkron sama liriknya ini ternyata ada maknanya. Dulu, waktu Billie Joe-vokalis-masi pacaran sama istrinya, setiap janjian dan nunggu di suatu tempat, dia selalu ngemil Poprocks (merk permen) dan minum Coke (cola-ya pada tau lah ya).
Wasn't that sweet??

Ah, yea. saya ini perempuan yg gampang sekali tersentuh. halah.
hal-hal kecil yg kadang ga penting, buat saya bisa berarti bgt lho. contohnya...

Ah, banyak lah ya..

Jd mikir, jika saya di posisi Billie Joe, mungkin judulnya bukan Poprocks & Coke. berhubung kalo nunggu suka ngemil jg, mungkin judulnya jadi : 'Cilok & Teh Kotak'
atau 'Cappucino & Cheesecake'. tp bisa bangkrut jg tiap nunggu janjian ngemil itu..
aha! mungkin ini aja, 'Sugus & Aqua'.

apapun itu, ini sih menurut saya. mungkin kalian juga punya "Lagu PALING ROMANTIS" sendiri?
Read More

apalah ini...

25 November 2010

"you're responsible to your own happiness"
that's what my bestfriend has told me several times ago. why she told me that wasn't irreasonable.
knowing that this lil' fella (ehm.. me) becoming so weak--i couldnt find the right word, but weak actually isn;t a good word though, but--- ok. milkysmile

the situation was kinda absurd and unexplainable--for at least that's what i was thinking. woaa..
was i thinking well?
i'm not even sure.

here i just wanna say, that, no matter how people treat us, whatever people think about us, their perceptions, their thoughts,
it is just us, who responsible to our own self happiness. don't look for it--that happiness--in shoes shop, or coffee shop or at the mall..
because wherever you step, you go, as long as your heart brings sadness no happiness follows you around.
i mean, though we're in a sad situation, in extremely bad mood, but when we give a lil' happiness comes inside, well pretty much, we're happy no watter where we standing.

the key just,,, take look around. be thankful. of what we are..
so cliche, isn't it?????
yeayeaaa i know....
this post just a note to my self. somehow if my mood turns easily or when really it happens, i just feel soooo.. awful.
and i hate wearing a smiley-faced mask.
it's torturing me inside.
not good. milkysmile
*ok, that emot... hmm.. hahaha!

that's it.. see ya in my next junks!
milkysmile
Read More