![]() |
| Slender Woman by Plato Terentev on Pexel |
Sepotong Lainnya
04 August 2021
Slices Of (Love) Life in A Song
12 February 2021
Di penghujung hari yang lelah setelah menidurkan anak-anak, saya biasanya meluangkan waktu sejenak untuk mendengarkan musik atau membaca buku sebelum tidur. Saya sudah lama tidak membarui preferensi musik saya. Jadi dari sekitar 5 atau 6 playlist Spotify yang saya buat, isinya sebenernya ya itu-itu lagi. Banyak lagu, somehow membuat saya mengenang kembali memori atau perasaan di masa-masa lalu terkait lagu tersebut.
Beberapa kadang bikin saya menertawai diri saya sendiri. Kok bisa dulu saya begitu atau segitunyaaa?? Saya mau ceritain beberapa ya...
1. Nirvana – The Man Who Sold The World
Lagu ini aslinya milik David Bowie, namun versi Nirvana ini yang pertama kali saya tahu. Waktu itu saya masih kelas 4 SD, sepupu saya mengenalkan lagu ini dan album Unplugged. Saat itulah saya mulai nge-fans dengan Nirvana.2. Backstreet Boys – As Long As You Love Me
BSB adalah boyband terbaik sepanjang masa. No debat! Lagu ini
rilis saat saya kelas 3 SD, dan lagu ini yang bikin saya belajar Bahasa Inggris,
karena penasaran: BSB, kaleeaan nyanyi
lagu cinta-cintaan apa sih iniii...
3. The Strokes – Someday
Fast forward di masa SMP, saya mendengar lagu ini di tayangan MTV jaman dulu. Oh, lagu apa ini, suara vokalisnya raw, ganteng pun. Saya pun impulsif membeli album pertama ‘IsThis It’ hasil menabung uang jajan. Setelah 20 tahun, The Strokes selalu jadi band favorit saya.
4. Muse – Time Is Running Out
Lagu ini jadi hits dan hype waktu saya kelas 1 SMA, bersama
teman-teman kami jadi fans Muse dadakan. Saya inget pulang sekolah selalu
mampir Disc Tarra di sebuah plaza demi mencari album baru Muse saat itu.
Absolution (2004) buat saya masih jadi album Muse terbaik.
5. Incubus – I miss You
Kisah cinta di masa remaja saya terbilang ngga seru. Saya punya seorang teman masa kecil, yang waktu kita sama-sama kelas 3 SMP, si teman ini udah punya 11 mantan pacar. Sementara saya...
“To know that you feel the same as I do
Is a three-fold utopian dream” - Incubus
Kira-kira seperti itulah ya, utopia banget suka orang ini
dulu (LOL!)
6. Foo Fighters – Everlong
Pernah ngga sih, kamu dengerin lagu yang kayanya sweet
banget dan berharap ada orang yang persembahkan lagu itu buat kamu. It IS this
song—buat saya. Dan terkabul! Circa 2009 saya pacaran dengan seorang teman yang
bilang lagu ini kita banget (duileh...). Tapi yaaa... sungguhlah ini hubungan
penuh drama, saya merasakan masa-masa emosi dewasa muda yang ngga stabil. Kami
putus setelah tujuh bulan pacaran dan dia yang mutusin dengan dalih saya
terlalu baik klise dan kampret ya. Saya
sempet trauma ngga lagi-lagi deh pacaran begini.
7. Oasis – Dont go Away
Apa artinya hidup tanpa kebodohan-kebodohan yang bisa dinajis-najisin di masa datang? Orang yang kasih saya lagu “Everlong” tadi juga orang yang sama saya kirimkan lagu ini. Jadi dulu saya agak bucin gitu ya, setelah putus saya masih ngemis-ngemis jangan pergi (LOL!) Jadi kalau saya denger lagu ini, rasanya pengen langsung saya skip. Bukan inget orangnya, tapi perasaan ngga enak kalau inget kenangannya.
8. David Archuleta – Crush
Saya pernah naksir orang persisssss
seperti di lagu ini. Orangnya sih saya udah lupa, tapiii kalau rasa
berbunga-bunganya kadang teringat.
You've got me hypnotized, so mesmerized
And I just got to know
Do you ever think when you're all alone?
All that we could be, where this thing could go?Am I crazy or falling in love?
Is it real or just another crush?
Aduh, lucu banget sih hidup tuh.
9. Padi- Mahadewi
Pacar saya berikutnya memberikan lagu ini untuk saya.
Ada tutur kata terucap
Ada damai yang kurasakan
Bila sinarnya sentuh wajahku
Pencarianku pun usai sudah
Ini adalah hubungan terdamai yang saya jalani. Bisa dibilang
hampir ngga ada plot-plot dramatis. Mungkin saya memang harus ketemu yang
jelek-jelek dulu ya baru bisa menemukan yang
terbaik dari semua. Lucunya, kami adalah kawan lama yang bertemu lagi
dan percikan-percikan itu muncul setelah bertahun-tahun kenal. Setelah 3 tahun
pacaran, kami pun menikah. Terima kasih, Yahoo! Messenger sudah mempertemukan
kami lagi!
10. Adele - Hello
Lagu ini dirilis ngga lama setelah saya melahirkan anak pertama saya. Tengah malam saat saya masih belajar menyusui bayi newborn, lagu ini mesti ada di Channel V. Jadi, kalau denger lagi ini sekarang yang keinget adalah perasaan capek dan lelah jadi ibu baru
11. R.E.M – Imitation Of Life
Buat saya lagu ini adalah the original soundtrack of adulthood.
This lightning storm, this tidal wave
This avalanche, I'm not afraid
Come on, come on
No one can see me cry
Jadi ya sepahit-pahitnya hidup, ya udah elo telen sendiri
aja. Silakan nangis tapi ya udah, mau gimana juga harus dijalanin (LOL!)
Menuju #30
05 April 2018
Tahun ini saya akan menginjak usia 30. Agak belum terima sih, walau status sudah beranak 2 tapi kok umur 30 rasanya tua sekali—ini pemikiran saya 15 tahun lalu, tapi sekarang pun masih kepikiran begini. Bagaimana orang-orang di umur 30an harus bersikap, masalah hidup makin pelik kah? (Duileeh pake nanya)
Dan juga masih banyak keinginan dan mimpi saya yang belum terwujud di umur 20an. Salah satunya saya mau bikin buku. Bukan buku deng tapi bikin cerita fiksi, lalu dibukukan. Ngga untuk dikomersilkan sih,
Serius loh mengarang cerita itu susaaaah sekali. Bahkan bikin cerita pengantar tidur untuk anak saya aja, saya tuh cupu banget. Pernah saya buat cerita tentang Si Kura-Kura dan Buaya. Kura-kura lagi minum air di pinggir sungai, trus Buaya lewat, mereka lalu berteman tapi Buaya lapar jadi Kura-kura dimakan deh. Anak saya diem aja bengong hahaha. Trus dia ambil buku cerita dia, minta dibacain aja. See? I’m so lack of imagination but again I would like to challenge myself making one. Tahun lalu sebenernya berencana untuk membuat buku sebagai kado ulang tahun ke-30 tahun ini. Kenyataannya, punya draft aja ngga. Semua ide cuma jadi coretan di notes ponsel aja. Belom sempet eksplor dan kembangkan lagi jadi suatu cerita. *tsaeeelah
Anyway, itu cuma salah satu aja dari banyak keinginan yang pengen diwujudkan di usia yang baru. Semoga saya ngga terlalu malas dan banyak alesan untuk paling ngga bikin satu aja cerita yang bagus. Aseekk. Mohon doanya ya!
Kata netijen : doa saja ngga cukup karena
22 September 2013
misalnya, orang yang baru lulus kuliah, dipaksa untuk terus maju ke fase bekerja, padahal dia mau take some time, untuk ga pusing dulu karena baru aja selesai dari stress karena nulis skripsi (selain karena belom ada lamaran kerja yg nyangkut sih). atau orang yang baru saja menikah, tapi udah ditanyain tentang anak. padahal bisa aja dia masih mau menikmati fase pacaran dulu sebelum mungkin repot mengurus anak. entahlah, hal-hal kecil seperti itu sih yang sebenernya bikin kita ga menikmati hidup.
then I convince my self, to breathe in every single second that's ticking, to relish any changes that happen, to seize every opportunity. listening to others is good, but isn't it better to have your life based on your own conscience...(and your logic)
Face your life
its pain, its pleasure
leave no path untaken
-- Neil Gaiman
you don't know~~ oh oh~
02 September 2012
eh yaa suka aja gitu. mana si bocah-bocah ini cakeup-cakeup bener dah aahhh...
gue nge-fans sama yang namanya Liam. awwwww.... lucuuuukk aaaaaa~~ *emoticon imut*
btw, ni lagu stuckable abeesssss....hahaha!
oya, hate to know that they're still 18-ish. nyeeh.
okay, what's my age again? *buang KTP*
;p
pindah haluan
31 August 2012
intinya bosen sama blekberi, semoga Android se-menyenangkan seperti yang saya harapkan. huehehee...
09 June 2012
sekian dan terima dana tambahan buat ongkos kesana.
Kpop and thought
12 May 2012
oya, gue berharap sih, ga ada penggemar K-Pop alias Korean Pop yang baca postingan ini sih. nope, I won't say something offended or what, I told you, this just gonna be my slight of thought :D
gue tau banget lah, sekarang ini Kpop lagi 'in' banget. sepertinya, 2 tahun terakhir ini genre Kpop sangat happening sekali di Indonesia. liat aja di TV, bertebaran kan boy/girl-band a la-a la Korean style. well, I don't recomend you to watch such a lame tv show yaaa...
kalo gue? hmmm... I must say, that I don't fit with this kind of stuff :D
iyaaa, gue pribadi bukan penggemar 'kokoreaan' ceuk urang Sunda mah. singkatnya, gue ga suka. bukan berarti gue ga coba yaaa, banyak koq temen-temen kampus gue yang penggemar berat Kpop. sangat fanatik malahan. gue pernah nyoba dengerin beberapa lagu dari beberapa boy/girlband terkenal, dan gue ga suka. gue ga bilang jelek yaaa, tapi ini emang masalah selera. as I told earlier, I don't fit with it.
trus, masalahnya apa? sebenernya gapapa sih, sampe gue menemukan koq fans Kpop ini sangat berlebihan yaa. terlalu terobsesi menrut gue. okay, I said this based on observation to some fanatics. tapi ini pasti, ga mencakup semua. jadi gini gini, menurut gue ya, fans Kpop ini, bener-bener 'mendewakan' idola mereka. pernah ya, gue ngumpul bareng sama para fans Kpop ini, dan gue bener-bener blank, karena dari awal duduk bareng, sampe mau cabut pergi lagi, hanya artis Korea yg mereka omongin. nothing else. with the names that sounded similar to me.
ga cuma di dunia nyata, dunia maya pun begitu. seperti di twitter misalnya. gue punya temen yang setiap tweet-nya pasti, lagi ya, hampir pasti semua berkaitan dengan Kpop. entah artis atau band, atau lagu-lagunya. plus, tweet-tweet dengan huruf Hangul. gue sendiri sih, ga begitu merasa terganggu. cuma kadang ga abis pikir aja. ini beneran ya, artis Korea ini 'dewa' sekali di mata mereka.
gue ga merasa ini salah koq. gue pun juga punya idola. gue suka The Strokes. sangat suka malah. the band has been becoming a part of my life since the first time I listened to them. see? I'm a freak too. tapiii, catet yaaa, gue ga mau berlebihan dan ga mau mendewakan mereka. untuk gue yg udah ber'umur' gini, memandang realistis dan kagum seperlunya aja. menikmati, tp bukan 'mengambil-alih' hidup gue.
contoh lain yaa, temennya temen, pernah nonton konser boyband Korea di luar negeri sampe menghabiskan dana 11 juta. yaaa... terserah sih, uang dia jugaaa. tapi kan... hmmm ngerti lah yaa. well, I just think that's too much. tapi yaaa terserah sihh.
yg menarik nih, temen gue @rebornsin pernah nge-tweet tentang Kpop berdasarkan penelitian skripsi temennya. pokonya kira-kira gini, para fans Kpop yang terlalu mendewakan idola mereka, sebenernya ga sadar klo mereka telah terjajah. secara pikiran. ga sadar, sampe mereka bisa marah banget kalo ada yang nyela atau ngomong ga enak soal idolanya. ga sadar terjajah sampe merasa, mereka 'hidup' karena idola mereka itu.
sekali lagi, gue tidak men-judge yaa, ini cuma pemikiran aja sih. menyukai, menggemari, mengidolakan seseorang atau sesuatu, yang normal aja. ga berlebihan. secukupnya aja. masa-masa fanatic-to-a-band itu menurut gue udah lewat. at the age of 20-something, band/penyanyi favorit itu 'cuma' pewarna hidup, yg kalo konser-disini-harus-ditonton mungkin, bukan jadi bagian penting hidup lo lagi.
dan daripada gue makin ngawur karena udah hampir tengah malam, maka baiknya kita sudahi saja tulisan random ini. hahahha...
see ya when I see yaaa ;)
^pic taken from google
Morrissey!
22 February 2012
Just so you know~
07 February 2012
janji
30 December 2011
"So promise me only one thing, would you?Just don't ever make me promises..No promises, no promises" - Incubus #nowplaying
yes, we are
"And after all the obstacles.It's good to see you now with someone else.And it's such a miracle that you and me are still good friends.After all that we've been throughI know we're cool" - Gwen Stefani
bukan becanda
11 September 2011
SERIUS
ga ini bukan becanda, jelas-jelas gue bilang gue pengen nulis serius. pokonya gue serius. titik.
wandering.
17 February 2011
a 'love note'
14 February 2011
dear,wait, i know what you thinking, yea this is a very absurdyou must be very wonder, what with this sudden...but i just need to tell you something that really really disturbing me.okay, *deeply breathe*this is gonna be much more absurd but,i think i fall for you. sigh.if wondering why, i got no answer.i think you're just one of a kind.trust me, i've been trying to deny it all the time, but it keeps appear in my mind.and i kinda hate it.yea.. yea.. i know. this is so laughable.you may laughing out loud there when reading this.and yea.. that's just such a cheesy confession yet the lamest one, isn't it?and if you're asking me why i wrote you this,believe me, i don't know either.having a glance of you in my mind is annoying me.i always try to find some distractions.but it didn't work it.and i hate it.*sigh* i just need a closure,i don't like this kind of feeling coz this doesn't feel really good.i've been here before,in this kind of situation.and as long as i could remember, it did hurt.so, writing you this, i just want to relieve my feeling.hoping that this kind of feeling will stop.before it grows bigger and deeper.and turn into a hope.because i know that would be more hurt.this ain't a 'love letter' or what.this just a note. that probably you'll leave it after you read it.if you think i just embarrassing my self, well, maybe i do.but i don't really care about it. i'm doing this for myself.so, after you read this,you may think i'm such a weirdo or such a freak, will you?oh yes. maybe i am.but again, i don't wanna care of it.that's it.sorry for confusing you.regard-intan-
stiletto merah dan Louis Vuitton Speedy
04 December 2010
Ivana mengambil sebuah cocktail dress berwarna merah dari lemarinya. backless, satin, dengan korsase bunga mawar hitam di sebelah kiri. Pria itu yang memilihkannya untuknya dulu. Cantik, anggun dan berkelas, kata Pria itu ke Ivana. Merah warna yang menantang, membuat percaya diri dan membuatmu terlihat sangat cantik, kira-kira begitu yang Pria itu katakan padanya di sebuah butik Gucci di Fifth Avenue, NY sekitar 6 bulan lalu.
Setelah mengenakan dress tersebut Ivana kemudian mengambil sebuah stiletto merah merk Stuart Weitzman. Stiletto dengan hak 12 cm itu juga dipilihkan oleh Pria itu. Alasannya sama. Merah membuatmu lebih cantik, Ivana. Lalu dia memandang cermin, aku cantik ya aku cantik dan muda, kata Ivana dalam hati. Riasan wajah glamor dengan make-up oleh MAC menghiasi kulit putihnya, lipstick merah terang untuk bibirnya. Rambut? Bagaimana dengan rambut?? Ivana agak panik. Lalu dia diam. Mengingat-ingat, Pria itu selalu bilang dia menyukai rambut Ivana yang tergerai panjang. Tidak diapa-apakan. Memang sebaiknya tidak, begini saja, tergerai lepas. Pikir Ivana.
Ivana membuka laci samping tempat tidurnya, mengambil sesuatu yang lama tersimpan disitu. Kemudian dia mengambil secarik kertas surat yang ia terima kemarin malam. Membacanya lagi, emosinya pun naik kembali. Dia berteriak kencang, seperti kesakitan. Bukan tubuhnya yang sakit. Tapi hatinya. Apartemen penthouse yang ia tempati sendiri terlalu besar hingga sepertinya tak ada yang mendengar teriakannya. Ivana pun menangis meringkuk di samping tempat tidurnya. Tak lama ia bangun, sadar bukan saatnya menangis sekarang. Diraihnya Louis Vuitton Speedy coklat yang terletak di meja riasnya, hand-bag kesukaannya. Oh, kali ini bukan pilihan Pria itu. Tas ini pilihannya. Louis Vuitton selalu menjadi tas favorit Ivana.
Keluar dari penthouse-nya, Ivana berjalan menuju Audi R8 yang terparkir di luar gedung apartmennya. Mengendarainya menuju sebuah rumah yang tak pernah mau ia datangi, tapi kali ini harus. Sebelum keluar mobil, ia menatap kaca spion. Memastikan riasannya sempurna. Wajahnya cantik, tak ada cacat. Tentu aku cantik, kata Ivana dalam hati. Menenteng LV Speedy-nya, ia berjalan dengan angkuh menuju pintu rumah itu. Pria itu benar, stiletto ini membuatku lebih percaya diri, kata Ivana dalam hati. Ini pertama kalinya ia berdiri di depan pintu kayu dengan ukiran Jawa rumah ini, mungkin pula terakhir kalinya. Dalam beberapa kali ketukan, muncullah seseorang dari dalam.
“Ny. Herman?” Tanya Ivana pada wanita di depannya. Wanita itu baru 50-an namun terlihat lebih tua dari usianya.
Wanita itu tersenyum hangat. penampilannya jauh berbeda dengan Ivana. Hanya mengenakan sweater abu-abu tua dan celana training warna senada, wajahnya pucat, rambutnya diikat seadanya, aga berantakan, namun matanya memancarkan sebuah keramahan.
“Ya? Saya sendiri.” Kata wanita itu sambil terbatuk-batuk. Semua orang yang bertemu dengannya pasti bisa menduga kalo wanita itu sedang sakit.
Wanita itu menjerit ketika Ivana tiba-tiba menyondongkan pistol ke arah wajahnya, yang diambil dari tas tangannya.
Dan bunyi tembakan kedua membuat rumah itu tiba-tiba sunyi.
Sebelum menghembuskan nafas terakhir, pikiran Ivana pun melayang jauh.
Aku lelah seperti ini..
tak boleh ada yang memilikimu, tidak juga istrimu.
semoga, disini kau bisa lihat, mati pun aku lebih cantik, aku mahal, aku lebih berharga. ..
*pic taken from google
lagu paling romantis
radio dan komputer belakangan ini jd temen setia saya.
Yaa, ngerjain skripsi sambil dgr radio entah knpa bikin saya lebih rilex..
karena kadang kita ga tau lagu apa yang akan diputer di radio.
bisa bikin semangat!
bisa tibatiba sedih, krn lagunya membawa kenangan buruk..
dan bisa sekalian belajar bahasa Inggris kalo denger lagu barat yang kita ga tau vocabulary-nya.
ah, somehow radio can change your mood randomly..
Malam ini tanpa sengaja saya dgr radio yg muter lagu Green Day - Poprocks and Coke
dan menurut saya, ini lagu PALING ROMANTIS yg pernah saya denger.
musiknya ear-catching.
nadanya biasa aja. kunci gitarnya pun mudah dicari.
and.. umm my favorite, the lyric just simply romantic yet powerful...
Oya, plus suara vokal Billie Joe dgn aksen aga British-nya itu.
yes, just perfect i think.
"wherever you go, you know, i'll be there. You place the name, you know, i'll be there. You name the time, you know i'll be there. If you should fall, you know i'll be there.."
Ada cerita jg dibalik lagu ini. judul yg ga sinkron sama liriknya ini ternyata ada maknanya. Dulu, waktu Billie Joe-vokalis-masi pacaran sama istrinya, setiap janjian dan nunggu di suatu tempat, dia selalu ngemil Poprocks (merk permen) dan minum Coke (cola-ya pada tau lah ya).
Wasn't that sweet??
Ah, yea. saya ini perempuan yg gampang sekali tersentuh. halah.
hal-hal kecil yg kadang ga penting, buat saya bisa berarti bgt lho. contohnya...
Ah, banyak lah ya..
Jd mikir, jika saya di posisi Billie Joe, mungkin judulnya bukan Poprocks & Coke. berhubung kalo nunggu suka ngemil jg, mungkin judulnya jadi : 'Cilok & Teh Kotak'
atau 'Cappucino & Cheesecake'. tp bisa bangkrut jg tiap nunggu janjian ngemil itu..
aha! mungkin ini aja, 'Sugus & Aqua'.
apapun itu, ini sih menurut saya. mungkin kalian juga punya "Lagu PALING ROMANTIS" sendiri?
apalah ini...
25 November 2010
"you're responsible to your own happiness"




